Murka Tanggapi Skandal BBM Oplosan, Laura Basuki Sampai Tak Bisa Diajak Bercanda

Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:09 WIB
Murka Tanggapi Skandal BBM Oplosan, Laura Basuki Sampai Tak Bisa Diajak Bercanda
Laura Basuki [Instagram]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Untuk membeli bensin saja, masyarakat dibodoh-bodohi lewat produk Pertamina jenis Pertalite yang dioplos dengan zat tertentu, dan dijual dengan label Pertamax.

Kasus bensin oplosan muncul usai Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkap dugaan praktek korupsi di tubuh Pertamina. Permainan curang diduga dilakukan beberapa petinggi Pertamina, termasuk Riva Siahaan selaku Dirut PT Pertamina Patra Niaga yang kini jadi salah satu tersangka.

Penipuan besar-besaran yang merugikan konsumen Pertamax itu kini ikut disorot Laura Basuki. Sang aktris mengaku sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa marahnya dia terhadap hal itu.

Fakta Laura Basuki (Instagram/@laurabas)
Fakta Laura Basuki (Instagram/@laurabas)

"Sampai di titik udah nggak bisa marah, tapi hopeless dan patah hati," tulis Laura Basuki di X, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga: Dear Koruptor BBM Oplosan, Awas Kena Azab Betubi-tubi: Mati Terbakar Bensin

Laura Basuki sampai tidak mau merespons candaan salah satu pengguna X, yang memintanya untuk melakukan satu selfie per hari lagi untuk mendinginkan suasana masyarakat yang sedang panas.

"Maaf, lagi nggak mood," kata Laura Basuki, menyertakan emoji sedih.

Keresahan Laura Basuki dengan situasi negara saat ini langsung memicu reaksi publik. Banyak yang sependapat bahwa kecurangan pejabat kali ini sudah kelewat batas.

"Queen udah nge-tweet. Negara bener-bener sedang tidak baik-baik saja," tutur akun @Fachroky AW di kolom komentar unggahan Laura Basuki.

"Negara ini sampai menyakiti seorang Laura Basuki. Ini sih udah keterlaluan," timpal pemilik akun @anaswillem.

Baca Juga: Siapa Fitra Eri? Berani Tolak Jadi Buzzer Pertamina Terkait Isu Pertamax Oplosan

Ada juga yang membandingkan sikap Laura Basuki dengan orang-orang yang masih mau dibayar untuk jadi buzzer guna membela pemerintah.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan (kanan) berjalan memasuki mobil tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (25/2/2025).[ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym]
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan (kanan) berjalan memasuki mobil tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (25/2/2025).[ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym]

"Bayangin, orang sesibuk Laura Basuki masih bisa tahu berita dan banyak hal, bisa sampai hopeless dan patah hati. Tapi di luaran sana, masih bertebaran orang yang nggak tahu kerusakan dan kekacauan yang sedang terjadi. Bertebaran pula orang yang tahu kekacauan, tapi denial dan tetap bela rezim," kata akun @NurAzizahSyawal.

Korupsi di tubuh Pertamina sendiri merugikan negara sampai Rp193 triliun dalam satu tahun. Lantaran dugaan kecurangan terjadi sejak 2018, bisa dibayangkan berapa besar kerugian yang ditimbulkan dari praktek curang menjual bensin oplosan ke masyarakat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI