Suara.com - Baim Wong yang diwakili pengacaranya, Fahmi Bachmid membantah melakukan kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT ke Paula Verhoeven.
Hadirnya kabar KDRT tersebut berawal dari CCTV yang dihadirkan Paula Verhoeven dalam sidang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 26 Februari 2025.
Bahkan dalam kesempatan itu, hadir juga ahli forensik digital, Abimanyu yang menganalisa video.
![Baim Wong dan kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid usai menjalani sidang cerai dengan Paula Verhoeven di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2024). [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/10/29/48676-baim-wong-dan-kuasa-hukumnya-fahmi-bachmid.jpg)
Meski sudah ada CCTV, pihak Baim Wong tetap punya tiga alasan membantah video tersebut bisa menjadikan dasar adanya kekerasan dalam rumah tangga.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ngaku Tak Kenal Reza Gladys, Tapi Kok Sempat Jelek-jelekin di Medsos?
"Satu, tidak pernah ada laporan polisi," kata Fahmi Bachmid saat wawancara virtual, Kamis (27/2/2025).
Fahmi Bachmid melanjutkan, "sangat ironis jika seseorang mengaku ahli tapi dia tidak paham proses hukum KDRT itu harus lapor polisi."
Baru setelah adanya laporan polisi, seseorang yang mengalami KDRT menjalani visum. Namun jika tidak ada laporan tersebut, bagaimana hasil visum tersebut dikeluarkan.
"Ada ahli yang menjelaskan hasil visum," kata Fahmi Bachmid.

Alasan ketiga mengapa Fahmi Bachmid bersikukuh membantah adanya KDRT karena keraguan soal video CCTV.
Baca Juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Nikita Mirzani Minta Tolong ke Pengacara: Bang...
"Bukti video harus diverifikasi dengan lab forensik. Apabila tidak, maka itu tidak ada kekuatan hukum," kata Fahmi Bachmid.
Fahmi Bachmid lantas menyimpulkan, "videonya patut diragukan keasliannya."