Suara.com - Baim Wong diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT ke Paula Verhoeven. Kabar ini muncul setelah adanya rekaman CCTV yang diputar di ruang sidang perceraian mereka di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 26 Februari 2025.
Paula Verhoeven menghadirkan ahli forensik digital bernama Abimanyu untuk menganalisa rekaman CCTV.
"Di situ ada kontak, ya pihak pria (yang melakukan). Kemudian pihak perempuannya sampai terpental karena hal tersebut," kata Abimanyu.

Kendati sudah ada rekaman CCTV dan keterangan ahli forensik digital, Baim Wong yang diwakili pengacaranya, Fahmi Bachmid bersikukuh memberikan bantahan.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ngaku Tak Kenal Reza Gladys, Tapi Kok Sempat Jelek-jelekin di Medsos?
Fahmi Bachmid menerangkan, seseorang yang mengalami KDRT, haruslah lebih dulu membuat laporan polisi. Baru setelah itu menjalani visum dan dianalisis.
"Saya kan sudah sering melakukan laporan polisi KDRT. Bagaimana setiap lapor, diperiksa di SPKT, dibuat rekomendasi dan setidaknya diantar dua polisi ke rumah sakit," kata Fahmi Bachmid dalam wawancara virtual, Kamis (27/2/2025).
Setelah menjalani pemeriksaan, akan ada visum. Di sana kata Fahmi Bachmid, baru terungkap adakah luka atau tidak.
![Baim Wong di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2025) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/01/15/58425-baim-wong.jpg)
"Kalau itu tidak ada, tidak ada surat dari rumah sakit, tidak ada laporan polisi maka tidak pernah ada KDRT," jelasnya.
Lagipula kata Fahmi Bachmid, analisa KDRT tersebut harus berdasarkan hasil lab forensik.
Baca Juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Nikita Mirzani Minta Tolong ke Pengacara: Bang...
"Tidak bisa dianalisis karena dia tidak punya kewenangan menurut hukum. Karena yang punya hak melakukan itu, lab forensik, yakni orang yang ditunjuk polisi pada rumah sakit pemerintah," jelas Fahmi Bachmid.