Suara.com - Kabar gembira datang untuk para pecinta sinetron tanah air. Bergenre religi-romansa-keluarga, Cinta di Ujung Sajadah siap menjadi teman hangat selama Ramadan 2025.
Sinetron ini sebenarnya sudah tayang sejak Rabu (26/2/2025). Satu episode cukup mendatangkan apresiasi yang baik dari para penonton.
Sinetron ini dibintangi oleh aktor-aktor ternama. Cut Syifa sebagai Rindu, Megantara sebagai Hafiz, dan Zikri Daulay sebagai Fauzan.
Bersama mereka, aktris Tsani Marwa juga menemani. Kali ini, Tsania memerankan karakter antagonis bernama Alia.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Film My Annoying Brother Versi Indonesia Tayang di Netflix Hari Ini

Meski berperan dalam satu sinetron yang sama, masing-masing aktor memiliki pandangan tersendiri mengenai daya tarik dari Cinta di Ujung Sajadah. Sebagai pemeran utama, Cut Syifa tidak hanya menaruh perhatian para perjuangan seorang ibu mendapatkan kembali anaknya.
Pemeran karakter Rindu ini memiliki pesan yang spesial untuk para penonton, terutama yang pernah mengalami kekerasan seksual. Cut Syifa berharap dukungan banyak diberikan untuk mereka, penyintas kekerasan seksual.
"Aku bersyukur sekali dikasih kesempatan memerankan tokoh Rindu. Semoga teman-teman berani speak up dan dikelilingi orang-orang yang mau suppor. Walau ada orang-orang jahat di sana, kalian tetap orang yang terhormat," ucap Cut Syifa kepada Suara.com melalui wawancara eksklusif pada Kamis (27/2/2025).
Sementara itu, Zikri Daulay yang memerankan suami Rindu, Fauzan berpandangan lain. Zikri melihat garis yang lebih besar soal daya tarik sinetron barunya ini.
"Ada banyak titik yang bisa dipetik. Banyak hal yang relate dengan kehidupan sekarang," ujar Zikri Daulay.
Baca Juga: Teaser Film Mendadak Dangdut, Anya Geraldine Gantikan Titi Kamal Jadi Biduan
Menambahkan Zikri, Megantara yang memerankan karakter teman dari Rindu, menitikberatkan pada persoalan selain agama. Menurut ayah satu anak ini, Cinta di Ujung Sajadah bukan sekadar sinetron religi.
"Semoga bukan dipahami hanya soal agama, namun juga tentang kehidupan (secara luas)," Megntara menambahkan.
Tidak ketinggalan Tsani Marwa. Meski memerankan karakter antagonis, Tsania begitu lembut dan hati-hati ketika mengingatkan adanya fitnah di dunia nyata.
"Hancurnya hubungan Fauzan sama Rindu itu karena fitnah. Kita harus hati-hati dalam menyampaikan sesuatu. Semua omongan kita itu akan diminta pertanggung jawabannya," tutur Tsania Marwa.

Daya tarik yang disampaikan oleh para pemeran semakin spesial dengan fakta di balik kisah yang dibawakan. Cinta di Ujung Sajadah ternyata mengambil kisah dari novel milik Asma Nadia dengan judul yang sama.
Pertemuan antara sang novelis dan para aktor memang belum terjadi. Namun kehangatan dari seorang Asma Nadia disampaikan oleh Tsania.
"Saya kenal (Asma Nadia). Saya pernah main (di proyek) dari novel beliau. Saya juga melakukan komunikasi di Instagram dan beliau merasa senang. Beliau menyampaikan soal adanya perkembangan cerita (yang perlu disesuaikan) dan lebih menghibur ketika disajikan dalam sinetron," ungkap Tsania Marwa.
Sinetron Cinta di Ujung Sajadah tayang dan siap menemani pemirsa setiap malam, jam 20:25 WIB di SCTV. Sinetron ini bisa menjadi pilihan terbaik selagi bersantai usai berbuka puasa dan menunaikan ibadah tarawih.