Belum Berhasil Diberantas Negara, Arie Kriting Minta Kiat Sukses Jadi Koruptor

Kamis, 27 Februari 2025 | 12:57 WIB
Belum Berhasil Diberantas Negara, Arie Kriting Minta Kiat Sukses Jadi Koruptor
Penampakan komika Arie Kriting ikut demo kawal putusan MK di depan Gedung DPR RI. (Suara.com/Rena)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Praktek korupsi oleh pejabat negara masih jadi momok masyarakat. Terbaru, publik dibikin tercengang dengan fakta bahwa bensin Pertamax yang diedarkan adalah hasil oplosan Pertalite, buntut kecurangan beberapa petinggi Pertamina.

Tak tanggung-tanggung, para tikus berdasi itu merugikan negara sampai Rp 193 triliun dalam setahun. Sudah tidak terbayang lagi, berapa besar kerugian yang ditimbulkan sejak praktek kecurangan dimulai di 2018.

Di balik kegagalan pemerintah menanggulangi korupsi, muncul pertanyaan dari seorang Arie Kriting. Ia penasaran apakah institusi penegak hukum benar-benar tidak mengendus kelakuan busuk para pejabat korup, atau malah ada perlindungan khusus untuk mereka saat rezim tertentu berkuasa.

Unggahan Arie Kriting [X/@Arie_Kriting]
Unggahan Arie Kriting [X/@Arie_Kriting]

"Koruptor itu ada circle-circle gitu nggak sih? Yang kalau circle-nya sedang berkuasa, korupsinya aman. Terus kalau yang berkuasa circle lain, dianya kena masalah. Atau bagaimana?" tanya Arie Kriting lewat sebuah tulisan di X, Rabu (26/2/2025).

Baca Juga: Respons Kemal Palevi Soal Korupsi Pertamina Oplos Pertamax Dianggap Wakili Suara Rakyat

Kalau benar praktek korupsi sengaja didiamkan oleh rezim tertentu, Arie Kriting merasa perlu tahu kiat-kiat sukses jadi koruptor. Tidak ada artinya lagi melawan kalau mereka yang berkuasa saja sengaja membiarkan hal itu karena dugaan kesamaan kepentingan.

"Coba dong yang pernah korupsi, bagi cerita sama kiat-kiatnya bagaimana cara meraih kesuksesan," pinta Arie Kriting.

Pertanyaan Arie Kriting direspons pengguna X lain. Ada yang meyakini asumsi sang komika soal ikatan relasi para koruptor benar adanya.

"Pasti sih. Circle pejabat itu saling cepu aslinya, muka dua semua. Kasus-kasus besar pasti udah pada megang. Kalau ada pejabat yang bilang baru tahu, itu bohong," tutur akun @MulkiArdhy di kolom komentar.

"Setahu saya, sistemnya memang begitu. Itu lah kenapa semua partai atau circle, selalu berambisi untuk menduduki tahta kekuasaan. Jika tidak berkuasa, sangat rawan akan tokohnya dijadikan tersangka. Penindakan kasus, terutama korupsi, sifatnya sangat politis," timpal akun @alwaliannoko.

Baca Juga: Negara Boncos, Darius Sinathrya Misuh-Misuh Sampai Lempar Jari Tengah

Arie Kriting (Instagram)
Arie Kriting (Instagram)

Ada pula yang berasumsi bahwa para koruptor sengaja dibiarkan sampai ada isu sosial yang menjadi atensi publik. Penangkapan mereka diharapkan bisa mengalihkan sorotan dari isu sosial lain, yang sejatinya sama pentingnya untuk diusut tuntas.

"Kasus korupsi yang dari lama banget tiba-tiba terungkap di momen tertentu, (khususnya yang negatif bagi rezim aja), itu sebuah anomali. Kayaknya wajar kalau kita mikir bahwa kasus-kasus udah dicium atau diketahui, dan tinggal dikeluarin sesuai schedule atau kebutuhan," jelas akun @menikahii.

Korupsi di tubuh Pertamina sendiri membuat Dirut PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan ditetapkan sebagai tersangka. Nama Riva diumumkan bersama enam pelaku lain, dengan tiga di antaranya adalah pihak swasta yang bermitra dengan Pertamina.

Terbaru, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyampaikan penambahan dua tersangka baru

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI