Hotman Paris Ingin Bangun Masjid saat Ramadan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Rabu, 26 Februari 2025 | 06:45 WIB
Hotman Paris Ingin Bangun Masjid saat Ramadan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Hotman Paris. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pengaara kondang Hotman Paris menyampaikan hal menarik di Instagram baru-baru ini. Menariknya, lelaki 64 tahun ini berniat membangun tempat ibadah.

Tempat ibadah yang ingin dibangun justru bukan gereja. Padahal Hotman Paris adalah seorang Kristen Protestan.

Secara spesial, Hotman Paris siap membangun masjid. Niatnya ini semakin menarik menjelang datangnya Ramadan.

"Bulan Ramadan segera tiba, Hotman punya keinginan untuk membangun masjid untuk saudara-saudara Muslim," ujar Hotman Paris.

Baca Juga: Harga Ratusan Juta, Penampakan Gorden Rumah Sakit Hotman Paris Disorot: Kayak BPJS..

Keinginan Hotman Paris ini disambut baik oleh publik. Banyak yang memberi pujian untuk sang pengacara.

"Alhamdulillah, meskipun saat ini baru launching niat baik, insya Allah sudah didengar dan diijabah oleh yang Maha Kuasa," kata seorang warganet.

"Janji Allah kalau bang @hotmanparisofficial sedekah akan insya Allah diganti 70 kali lipat," ujar warganet lain.

"Semoga Bang Hotman Paris selalu diberikan kesehatan dan panjang umur, yang sudah mempunyai niat mulia," komentar warganet lain.

Hotman Paris Hutapea (Instagram)
Hotman Paris Hutapea (Instagram)

Pujian tersebut kemudian diiringi dengan beberapa pertanyaan soal keabsahan dari masjid yang dibangun oleh Hotman Paris. Terutama soal hukum membangun masjid dari non Muslim.

Baca Juga: Kamar Inap Hotman Paris di RS Singapura Capai Rp 190 Juta Per Malam: Tapi Semua Tak Ada Arti, Sepi di Hati!

Ada beberapa tokoh agama yang berbicara soal ini, satu di antaranya adalah Buya Yahya.  Buya Yahya tidak melarang bantuan dari non Muslim, namun beda halnya bila hal tersebut diekspose di media.

"Mungkin ada tetangga kita yang kafir nasrani, dia adalah orang kaya lalu berkata 'tempat ibadahmu kok rusak, mau saya bantu?' Bantu saja, silakan," ujar Buya Yahya.

"Kalau seandaninya ada orang kafir yang membantu orang fakir di kampung kita lalu diekspos di media sosial, maka itu adalah merendahkan. Tidak boleh kita terima," tuturnya berbeda pandangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI