Suara.com - Isyana Sarasvati tengah berbahagia merayakan keberhasilan Rayhan Maditra yang akhirnya bergelar Dokter Spesialis Kejiwaan. Suami Isyana tersebut menempuh jalan yang tak sebentar untuk meraih gelar Sp.Kj, 13 tahun.
Setelah wisuda di Universitas Indonesia, Rayhan Maditra berfoto di depan plang Jl. Prof. Dr. Mahar Mardjono. Nama yang digunakan untuk plang nama jalan tersebut rupanya adalah eyang atau kakek dari Rayhan.
Siapa Prof. Dr. Mahar Mardjono sehingga namanya digunakan sebagai salah satu jalan di Depok? Ketahui melalui ulasan mengenai silsilah keluarga Rayhan Maditra berikut ini.
1. Orangtua Rayhan Maditra

Dokter Rayhan Maditra Indrayanto, Sp. KJ merupakan putra dari Ir. Adi Indrayanto, M. Sc, Ph. D dan Ir. Tri Veriyanti. Nama orangtua Rayhan dituliskan dalam Lepas Sambut Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Ir. Adi Indrayanto, M. Sc, Ph. D ayah Rayhan Maditra merupakan Lektor di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Kelompok Keahlian (KK) Elektronika Institut Teknologi Bandung (ITB).
Untuk diketahui, Lektor dalam KBBI berarti pengajar di perguruan tinggi berpangkat pembina atau golongan IV/a atau asisten profesor; pangkat sebelum atau di bawah profesor.
Ayah mertua Isyana Sarasvati tersebut lulus S1 di ITB (1988), S2 di The University of Manitoba, Kanada (1992), dan S3 Universitas of Manchester, Inggris (2005) berdasarkan data di website itb.ac.id.
Sedangkan Ir. Tri Veriyanti ibu Rayhan Maditra merupakan putri dari Prof. dr. H. Kamardi Thalut, dokter spesialis bedah sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang meninggal dunia pada November 2022.
2. Eyang Rayhan Maditra

Prof. Dr. Mahar Mardjono eyang Rayhan Maditra ternyata mantan Rektor Universitas Indonesia periode 1974-1982. Mahar Mardjono meninggal dunia pada 2002 di usia 78 tahun.
Baca Juga: Isyana Sarasvati Terharu Suami Akhirnya Jadi Dokter Spesialis Kejiwaan, Malah Banjir Komentar Kocak
Prof. Dr. Mahar Mardjono merupakan guru besar Neurologi pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Almarhum juga pernah menjadi Ketua Tim Dokter Kepresidenan Republik Indonesia di masa Presiden Soekarno dan Soeharto (1966-1976) dan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (1982-1985).