Suara.com - Film Samawa memberikan kisah berbeda dari genre horor yang menjamur di bioskop. Bernuansa drama religi, film ini akan mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT.
Film Samawa mengisahkan perempuan bernama Yura (Badriyah Afiff) yang tumbuh dalam budaya Jawa. Ia kemudian menikah dengan Andi (Alexzander Wlan).
Namun, pernikahan yang diimpikan sakinah, mawadah warahmah, berujung pada kenyataan pahit. Dosa-dosa masa lalu Andi terus muncul dan perlahan menghancurkan keharmonisan rumah tangga mereka.

Yura pun dihadapkan pada pilihan, tetap bertahan dengan suami yang menyakiti dirinya atau menyelesaikan pernikahan tersebut.
"Kita sering mendengar ucapan sakinah, mawadah, wa rahmah dalam pernikahan, tetapi mempertahankan itu tidaklah mudah," kata sutradara film Samawa, Ganank Dera di Epicentrum, Jakarta Selatan belum lama ini.
Konflik yang terjadi di masyarakat seperti perselingkuhan hingga KDRT pun hadir untuk memberikan awareness.

"Konflik rumah tangga semakin meningkat. Kasus perceraian, KDRT, hingga perselingkuhan semakin tinggi, dan itu yang kita angkat dalam Samawa,” ucap sang sutradara lagi.
Alexzander Wlan menerangkan, bukan hal mudah pula baginya untuk mendalami karakter tersebut. Terlebih sosok Andi yang melakukan KDRT ke istrinya.
Seperti salah satunya menggali latar belakang mengapa seseorang sampai hati melakukan kekerasan kepada orang yang dicintainya.
Baca Juga: Ulasan Film Wicked, Tontonan Fantasi Musikal Sarat Makna dan Perenungan!
"Kami harus memahami bagaimana kecenderungan seseorang melakukan KDRT dari berbagai aspek, termasuk psikologi dan agama. Ini bukan peran yang mudah,” kata Alexzander Wlan.