Suara.com - Intitusi kepolisian Indonesia belakangan mendapat kecaman dari masyarakat usai diduga mengintimidasi band punk wave asal Purbalingga, yakni Sukatani, akibat viralnya lagu 'Bayar Bayar Bayar'.
Lagu tersebut berisikan sindiran terhadap oknum polisi yang melakukan pungutan biaya terhadap masyarakat. Imbasnya, lagu ini ditarik dari platform musik dan dua personel band diminta meminta maaf.
![Band Sukatani. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/02/21/26422-band-sukatani.jpg)
"Mau bikin SIM bayar polisi. Ketilang di jalan bayar polisi. Touring motor gede bayar polisi. Angkot mau ngetem bayar polisi. Aduh aduh ku tak punya uang, untuk bisa bayar polisi," bunyi lirik lagu yang dirilis pada 2023 itu.
Dugaan pembredelan terhadap sebuah karya seni membuat masyarakat geram dan menuding instansi kepolisian sebagai antikritik. Bahkan, hal itu juga disampaikan oleh anggota DPR Rudianto Lallo dari fraksi NasDem.
"Kalau saya gini, Polda Jateng-nya yang kita kritikan, Polda Jateng jangan antikritik, ya kan? Itu bagi kita vitamin. Seharusnya yang ditanggapi, jangan reaktif, ya," tutur Rudi kepada wartawan, Senin (24/2/2025).
Rudi menambahkan, "Tidak reaktif atas misalkan kritik dari warga atau dari siapa saja, karena sifatnya sebenarnya itu kritik yang membangun. Jadi kalau saya itu biasa saja di negara demokrasi kita, kebebasan berserikat berpendapat dan sebagainya."
Dalam kesempatan berbeda, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menampik tuduhan antikritik tersebut.
"Terkait band Sukatani, bapak Kapolri selalu menyampaikan bahwasannya Polri itu menuju organisasi atau institusi yang sangat modern. Modern di sini adalah salah satu syaratnya adalah tidak antikritik," tegasnya, dikutip dari tayangan di kanal YouTube TV Radio Polri.
Trunoyudo mengklaim bahwa Polri menerima semua kritik dari masyarakat dengan tangan terbuka. Bahkan, mereka memberi fasilitas berupa wadah untuk penyampaian aspirasi.
Baca Juga: Kepolisian Jepang Ajarkan Tata Rias ke Perwira Pria, Apa Tujuannya?
"Maka ada beberapa kegiatan-kegiatan setiap tahunnya, kita ada stand up comedy. Bagaimana dengan segmen-segmen komunitas itu bisa memberikan masukan melalui kritik," lanjutnya.