Doktif berdalih enggan menambah masalah lewat komentarnya terhadap dugaan pemerasan terhadap beberapa pemilik skincare lokal. Belakangan, ia sudah menghadapi rentetan fitnah dari orang-orang yang keberatan dengan caranya mengulas produk skincare.
"Nanti kalau tiba-tiba ngomongin yang ini, muncul ini lagi fitnahnya. Aduh, capek ngurusin fitnah. Nanti dibilang miss klarifikasi pula," jelas Doktif.
Doktif juga ingin memusatkan perhatiannya untuk mengawal proses hukum terhadap Shella Saukia. Masih ada laporan tambahan yang ingin Doktif ajukan ke Polda Metro Jaya.
"Jadi, biar fokus dulu," ucap Doktif.
Sebagaimana diketahui, Doktif dilabrak Shella Saukia selepas menghadiri acara diskusi di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Salemba, Jakarta pada 17 Januari 2025.
Pemicunya, Doktif sempat membuat ulasan buruk terhadap produk skincare Shella Saukia lewat siaran langsung TikTok. Ia mengklaim menemukan produk yang tidak layak dijual karena tidak mencantumkan komposisi, izin edar dan tanggal kadaluwarsa.