Satu Tahun Ditinggal Dante, Tamara Tyasmara Masih Berat Mengikhlaskan

Selasa, 28 Januari 2025 | 12:17 WIB
Satu Tahun Ditinggal Dante, Tamara Tyasmara Masih Berat Mengikhlaskan
Tamara Tyasmara usai acara tahlil satu tahun kematian Dante di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2025). [Suara.com/Tiara Rosana]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Satu tahun meninggalnya Raden Andante alias Dante, Tamara Tyasmara mengaku masih mencoba mengikhlaskan. Masih terasa berat buat Tamara menyadari bahwa sang anak sudah selama-lamanya meninggalkannya.

"Ya mau nggak mau harus ikhlas, tapi kan namanya ikhlas itu berat ya," kata Tamara Tyasmara saat ditemui usai acara tahlil satu tahun meniggalnya Dante di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2025).

"Makin lama justru makin berasa. Awal-awal tuh aku merasa kayak 'nanti ada lagi'. nah ke belakang ini memang sudah 'oh sudah nggak ada'," ucapnya lagi seraya menangis. 

Tamara Tyasmara usai acara tahlil satu tahun kematian Dante di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2025). [Suara.com/Tiara Rosana]
Tamara Tyasmara usai acara tahlil satu tahun kematian Dante di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2025). [Suara.com/Tiara Rosana]

Namun begitu, mantan istri Angger Dimas tersebut sadar bahwa dia tak boleh terus menerus tenggelam dalam kesedihan dan harus mengikhlaskan Dante. 

Baca Juga: Rayakan Ultah Dante, Sang Nenek Hiasi Makam dengan Bunga Berbentuk Minion

"Dibilang ikhlas ya belum ikhlas, gimana ya aku juga bingung jelasinnya. Tapi mau nggak mau harus ikhlas sih, apalagi sudah setahun kan, ya pengin Dante bahagia di sana insya Allah. Di sini pelan-pelan akunya belajar ikhlas," tutur Tamara.

Adapun perempuan 30 tahun tersebut mengakui, bahwa setiap hari yang dilaluinya terasa berat tanpa Dante. Masih jelas di ingatan Tamara, kebiasaan yang dia lakukan buat sang putra semasa hidupnya.

"Semua momen dong karena semua momen sama anak itu kayak momen apa ya nggak bisa dilupakan. Apapun itu setiap momen, kayak antar sekolah. Bikinin sarapannya," ungkapnya. 

"Kebiasaan nyiapin makanan, beliin jajanan. Apalagi kalau pergi ke luar kota, kan biasa aku beli oleh-oleh ya, itu sih yang belum bisa hilang dari aku," imbuh Tamara.

Sebagai informasi, Dante meninggal dunia karena tenggelam pada 27 Januari 2024 di kolam renang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Baca Juga: Tamara Tyasmara Ditipu Mentah-Mentah Yudha Arfandi Selama Pacaran, Ngaku Pengusaha Batu Bara Ternyata Pengangguran

Polisi kemudian menetapkan Yudha Arfandi, kekasih Tamara Tyasmara, sebagai tersangka. Menurut polisi, Yudha membenamkan Dante sebanyak 12 kali di dalam kolam sedalam 1,5 meter. 

Namun selama diperiksa, Yudha mengaku hal tersebut merupakan bagian dari latihan pernapasan Dante.

Sementara, di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Yudha Arfandi menghabisi nyawa Dante lantaran dendam dengan ibunda Tamara, Ristya Aryuni, akibat hubungan mereka tak direstui. 

Yudha Arfandi didakwa Pasal 340 KUHP atas pembunuhan berencana dan diputus hukuman 20 tahun penjara. Yudha sempat mengajukan banding, namun ditolak oleh Pengadilan Tinggi. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI