Suara.com - Kabar bahagia datang dari pasangan artis Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid. Aal, sapaan akrab Aaliyah, baru saja mengumumkan kehamilan pertamanya.
Usia kandungan Aaliyah Massaid telah memasuki bulan keempat. Putri penyanyi Reza Artamevia ini memang sempat menyembunyikan kehamilannya sebelum mengumumkan ke publik.
Bagi ibu yang baru hamil seperti Aal, sering kali dinasihati oleh orang sekitar, termasuk keluarga, seputar kehamilan. Hanya saja, informasi yang diberikan belum tentu benar alias mitos semata.

Lantas, apa saja mitos kehamilan yang sering beredar di masyarakat Indonesia? Dilansir dari laman Alodokter, simak penjelasannya berikut ini:
1. Tidak Boleh Berolahraga Saat Hamil
Faktanya, ibu hamil tetap diperbolehkan berolahraga. Aktivitas fisik selama kehamilan bahkan sangat dianjurkan karena memberikan banyak manfaat bagi kesehatan ibu dan janin. Cukup dengan berolahraga selama 20–30 menit sebanyak 3–4 kali seminggu, Bumil dapat merasakan manfaat positifnya. Beberapa olahraga yang aman dan baik untuk ibu hamil antara lain senam hamil, latihan Kegel, berenang, berjalan, yoga, dan pilates khusus ibu hamil.
2. Ibu Hamil Harus Makan Porsi Dua Kali Lipat
Ada anggapan bahwa ibu hamil harus makan untuk dua orang, yaitu dirinya sendiri dan janin. Namun, secara medis, ibu hamil hanya memerlukan tambahan sekitar 300 kalori per hari jika memiliki berat badan normal. Porsi makan yang berlebihan justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat. Oleh karena itu, fokuslah pada kualitas makanan yang kaya nutrisi daripada sekadar menambah porsi makan.
3. Tidak Boleh Berhubungan Seks Saat Hamil
Baca Juga: Beda Pendapat Thariq dan Aaliyah soal Umumkan Kehamilan: Suami Buru-Buru ...
Mitos ini menyebutkan bahwa berhubungan intim selama hamil dapat menyakiti janin atau bahkan menyebabkan keguguran. Padahal, selama kehamilan berlangsung normal dan sehat, hubungan intim tidak akan membahayakan janin. Janin terlindungi oleh kantung dan cairan ketuban, otot rahim yang kuat, serta lendir tebal pada leher rahim. Keguguran umumnya terjadi akibat masalah pada perkembangan janin, bukan karena aktivitas hubungan intim.