"Intinya, si Ibnu ini ada di kubu Towel, cuma dia cara ngomongnya lebih santun saja," tambah netizen lain.
Ada pula yang menyayangkan pernyataan Ibnu Jamil yang dianggap terlalu menyederhanakan masalah. Menurut netizen, permasalahan utamanya adalah cara PSSI yang memecat Shin Tae Yong secara tiba-tiba, bukan alasan di baliknya.
"Sok tahu ah mau menyelamatkan perahu segala, kamu juga cuma menduga-duga soal perahu dan sekoci," ujar seorang netizen.
Dugaan terkait Hotel Mandarin berawal dari pernyataan komentator sepak bola, Tyo Nugroho, yang mengklaim adanya pertemuan antara PSSI dengan sejumlah pengamat sepak bola pada Desember 2024.
Pertemuan tersebut diduga berkaitan dengan pemecatan Shin Tae Yong yang dilakukan secara tiba-tiba pada 6 Januari 2025. Pernyataan Ibnu Jamil pun semakin menambah panas situasi pasca-pemecatan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Kontributor : Chusnul Chotimah