Suara.com - Keluarnya Laura Meizani dari RS Polri, Kramat Jati, Jakarta ternyata diinisiasi oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sendiri. Laura dikembalikan ke keluarga karena agenda pemeriksaan sudah selesai.
"Pemeriksaannya sudah selesai. Kemudian penyidik menghubungi NM selaku orang tuanya, yang datang adalah kuasa hukum dan budhe dari LM," jelas Plh. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, Senin (20/1/2025).
Laura Meizani dikembalikan ke keluarga tanpa paksaan. Tidak ada perlawanan juga dari Laura selama proses penyerahan.
"Penyidik menyerahkan dengan apa adanya, bukan ada pemaksaan," terang Nurma Dewi.
Baca Juga: Dituding Shella Saukia Jadi Perantara Pemerasan Bos Skincare, Oky Pratama Berkelit: Wah Saya...
Kini, nasib Laura Meizani sudah kembali ke tangan keluarga. Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan tidak berhak ikut campur lagi dalam urusan penempatan Laura ke depannya.
"Itu hak keluarga LM ya," kata Nurma Dewi.
Sebagai pengingat, Laura Meizani ditempatkan di rumah aman usai Nikita Mirzani melaporkan Vadel Badjideh ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 12 September 2024 atas dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur.
Laura Meizani, yang tidak nyaman ditempatkan di rumah aman bersama orang tuna susila hingga orang dengan gangguan jiwa, memutuskan kabur pada 9 Januari 2025 dan menemui Razman Arif Nasution.
Oleh Razman Arif Nasution, Laura Meizani dipulangkan ke penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk ditangani. Laura kemudian dipindahkan ke RS Polri sesuai kesepakatan dengan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas perlindungan terhadap anak.
Namun sejak Jumat pekan lalu, Laura Meizani dikeluarkan dari RS Polri. Ia diserahkan lagi ke Nikita Mirzani, yang dalam proses penyerahan diwakili kuasa hukum dan keluarga.
"Yang datang kuasa hukum dan budhe dari LM," beber Nurma Dewi.