Akhirnya Yoon mengikuti saran ayahnya, dia kuliah di Universitas Nasional Seoul sebagai mahasiswa jurusan hukum.
Yoon lulus dari Universitas Nasional Seoul dengan gelar sarjana di tahun 1983 dan gelar master tahun 1988 di bidang hukum. Dia lalu keluar dari sistem universitas dan ingin menjadi profesor.
Namun dia sulit lulus dari ujian advokat hingga akhirnya dia lulus pada tahun 1991 dengan susah payah setelah gagal delapan kali dalam ujian tersebut.

Karier
Yoon memulai kariernya sebagai jaksa di Kantor Kejaksaan Distrik Daegu. Yoon kemudian bekerja di Chuncheon (1996–1997), Suwon (1997–1999), Seoul (1999–2001), dan Busan (2001–2002).
Prestasinya yang paling menonjol selama periode ini adalah keberhasilannya dalam penuntutan kepala intelijen Badan Kepolisian Nasional, Park Hee-Won, pada tahun 1999 atas tuduhan penyuapan.
Ikut Pemilihan Presiden
Pada November 2021, Yoon mencalonkan diri sebagai presiden. Yoon memenangkan pemilihan presiden dengan selisih suara paling tipis dalam sejarah Korea Selatan, dengan meraup 48,56 persen suara berbanding 47,83 persen suara Lee.
Yoon dilantik pada tanggal 10 Mei 2022. Setelah menjabat, Yoon memindahkan kantor kepresidenan dari Gedung Biru kediaman presiden tradisional Korea Selatan, ke kompleks Kementerian Pertahanan di distrik Yongsan, Seoul.
Yoon mengubah Gedung Biru menjadi taman umum. Ini adalah langkah kontroversial, yang dibela Yoon sebagai langkah menjauh dari simbolisme "kekuasaan kekaisaran".