Suara.com - Hamish Daud kembali dibicarakan atas 'tenggelamnya' startup Octopus hingga dikabarkan belum membayar gaji karyawan. Suami Raisa tersebut diketahui menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) Octopus.
Sebagai informasi, Octopus merupakan startup daur ulang sampah. Didirikan pada 2021, pencetus Octopus ialah Mohammad Ichsan, Hamish Daud, Niko Adi Nugroho, Rizki Mardian, dan Dimas Ario.
Belum lama ini, Hamish Daud melaporkan sebuah perusahaan bank sampah terkait pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Namun laporan itu batal dibuat Hamish lantaran saksi berada di luar negeri.
Terkait gaji karyawan yang belum dibayarkan, Hamish Daud sebagai CMO menegaskan tak ikut mengurusnya. Karena bukan Direktur Utama (Dirut), Hamish merasa gaji karyawan bukan menjadi tanggung jawabnya.
Belum usai sampai di situ saja, bangkrutnya Octopus sampai jadi perbincangan di LinkedIn. Adalah Admond Lee, Founder The Runway Ventures yang menjelaskan bagaimana Octopus bisa merugi $5 juta atau sekitar Rp81 miliar.
"Didirikan oleh Hamish Daud dan 4 temannya pada tahun 2020, Octopus Indonesia adalah reverse-logistics startup yang berjanji untuk merevolusi pengelolaan sampah," tulis Admond Lee.
Octopus memberikan manfaat untuk produsen FMCG melacak limbah. Di sisi lain, pengumpul sampah juga akan mendapatkan insentif atas usaha mereka.
Pengelolaan sampah yang masih menjadi salah satu masalah besar di Indonesia membuat Octopus naik dengan cepat sehingga mampu mengumpulkan $5 juta serta lebih dari 200 ribu pengguna dalam waktu singkat.
Baca Juga: Apa Pekerjaan Hamish Daud? Suami Raisa Lapor Polisi usai Dituduh Tak Gaji Karyawan
Namun Octopus seketika hancur karena tiga masalah internal. Admond Lee mengungkap sebuah fakta mengejutkan, bahwa Hamish Daud dituduh melakukan pelecehan dan serangan seksual terhadap karyawan.