Tagar PPN Memperkuat Ekonomi Diduga Disebar Buzzer Pemerintah, Ernest Prakasa Tertawa: Dua Kata Lucu

Senin, 23 Desember 2024 | 08:30 WIB
Tagar PPN Memperkuat Ekonomi Diduga Disebar Buzzer Pemerintah, Ernest Prakasa Tertawa: Dua Kata Lucu
Ernest Prakasa [Instagram/ernestprakasa]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Komika Ernest Prakasa menertawakan tagar PPN Memperkuat Ekonomi yang trending di X baru-baru ini. Tagar itu muncul usai kenaikan Pajak Pertambahan Nilai 12 persen dikritik habis-habisan.

Ernest Prakasa tidak menyoroti tujuannya, melainkan orang-orang yang meramaikan tagar tersebut. Diduga, #PPNMemperkuatEkonomi dibuat dan disebar oleh buzzer yang disewa pemerintah.

Warga melakukan aksi demontrasi menolak kenaikan PPN 12 persen di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melakukan aksi demontrasi menolak kenaikan PPN 12 persen di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Melalui sebuah cuitan pada Minggu (22/12/2024) di akun X-nya, Ernest Prakasa memposting kalimat menggunakan bahasa khas komedian.

"Dua kata lucu: Buzzer PPN," tulisnya.

Walaupun cuitannya sangat singkat, sejumlah warganet paham dengan sarkasme Ernest Prakasa. Mereka pun turut menanggapi dengan sindiran yang tak kalah pedas.

"Negara ini di satu dekade terakhir tiap ada masalah bukannya beresin masalahnya, malah ngerahin buzzer buat penggiringan opini," kata seorang warganet.

"Ketika humas pemerintah sudah tak sanggup membendung reaksi netizen, maka pasukan buzzer PPN siap meredam dengan aksi lucu yang dibiayai pakai anggaran negara," imbuh warganet lain.

"Kata lucu hari ini: uang rakyat dipake buat bayar buzzer," ejek warganet lainnya.

Selain mencuit demikian, Ernest Prakasa juga memposting ulang cuitan Baskara Putra, alias Hindia, terkait topik yang sama.

Baca Juga: Merokok Sambil Rangkul Richelle Skornicki, Etika Aliando Syarief Digunjing

Baskara juga mencurigai bahwa tagar itu disebarkan oleh buzzer yang dibayar menggunakan uang rakyat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI