"Jiwa ngemis efek fenomena," tulis seorang warganet. "Akhirnya iri semua," kata warganet lain.
"Boro-boro disumbang bu kalau kayak gini, mah. Kasihan juga kagak," imbuh warganet yang lainnya.
![Penual es teh, Sunhaji dan keluarga umrah. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/13/43390-penual-es-teh-sunhaji-dan-keluarga-umrah-istimewa.jpg)
Untuk informasi tambahan, ustaz Felix Siauw sebelumnya sempat mengutarakan perasaan gelisah adanya gelombang fenomena penjual es teh bermundulan.
"Ini yang aku bilang bahwasannya kita harus hati-hati dengan sebuah mental di mana ketika ada orang datang ke sana itu dia tuh sebenarnya mau minta atau dikasihani," ucap Ustaz Felix Siauw.
Felix Siauw mengaku, khawatir para penjual es teh lain dirundung perasaan iri sehingga menciptakan jiwa mengemis untuk dibantu.
"Makanya ketika sudah tercipta semacam ini, ketika Gus Miftah atau konten kreator yang lain misalnya, ketika mereka sudah membentuk sebuah konsep berpikir kayak begini, expecting kayak begini, maka orang-orang datang ke dia pengin dibantu," tutur Ustaz Felix Siauw.