Suara.com - Gus Miftah nampaknya belum juga jera dengan kasusnya menghina penjual es teh, sampai akhirnya harus mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden.
Pada acara pengajian terbarunya, Gus Miftah kembali menggunakan kata-kata kurang mengenakkan di telinga, ketika ceramah.
Salah satunya, ketika Gus Miftah ceramah soal perlunya mandi wajib setelah kencing dan berhubungan intim sampai keluar air mani.
Gus Miftah mengatakan air mani bukan sesuatu yang najis, tetapi seseorang harus mandi wajib karena keluarnya tak sesering air kencing yang bersifat najis.
"Mani itu enggak najis, tapi wajib mandi. Kencing najis, tapi enggak wajib mandi. Karena, keluarnya kencing itu lebih sering daripada mani," kata Gus Miftah, mengutip dari YouTube Keluarga Didik, Jumat (13/12/2024).
Setelah menjelaskan hal tersebut, ulama bernama Miftah Maulana ini meminta jemaahnya membayangkan bila Islam mewajibkan umatnya mandi besar setiap kali buang air kecil.
Gus Miftah membayangkan ibu-ibu yang sudah tua dan sering buang air kecil akan tak sempat memakai baju atau melakukan pekerjaan lainnya, karena sering mandi wajib.
"Semisal kencing itu wajib mandi, bayangkan. Apalagi sudah tua dan beser, tiap kencing keramas. Apalagi yang anyang-anyangan, enggak sempat pakai baju pasti," ujarnya.
Tak hanya itu, Gus Miftah juga tiba-tiba menyinggung soal suara desahan perempuan ketika kencing. Menurutnya, suara desahan perempuan yang masih perawan dan sudah tua ketika "kencing" jauh berbeda.
Baca Juga: Kekayaan Irfan Hakim, Heboh Diminta Gantikan Posisi Gus Miftah Jadi Utusan Khusus Presiden Prabowo!

"Perempuan kalau kencing tuh suaranya bikin enggak kuat. Yes, yes kan anak muda yang masih rapet. Kalau yang sudah tua-tua itu ya beda, pyuh. Kalau perawan ya yes, kalau yang sudah tua kan hesss," ucapnya.