Suara.com - Melalui tayangan ulang dalam akun X @TukangBedang00 pada Kamis (12/12/2024), sebuah video lawas soal Gus Miftah viral.
Video tersebut berisi pernyataan yang kembali keluar dari mulut sang pendakwah. Hanya saja, kini giliran namanya sendiri yang menjadi pokok perbincangan.
Dilansir oleh Suara.com pada Jumat (13/12/2024), Gus Miftah mulanya bercerita soal pengalamannya menimba ilmu di pondok pesantren.
Konon, dari sekian santri yang ada, satu perlakuan berbeda yang diterimanya. Hanya Gus Miftah yang tak mengikuti kegiatan belajar mengajar layaknya santri pada umumnya.
Baca Juga: Sindir Netizen Penghujat, Gus Iqdam Ungkap Bahwa Dirinya Mendoakan Penjual Es
"Saya itu dulu satu kelas, yang nggak mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti lumrahnya para santri cuma saya," ungkap Gus Miftah.
"Teman saya dulu di pondok, ada 40 orang. 39 orang ngaji secara resmi, kegiatan belajar mengajar dulu, saya tidak diperintah kiai saya untuk mengaji," terang Gus Miftah.
Alih-alih diminta untuk mengaji bersama, Gus Miftah memperoleh misi yang berbeda. Konon, selama berada di pondok pesantren, Gus Miftah diminta untuk mengurus bisnis kiai dengan mengurus ayam.
"(Saya diperintah) hanya tabarukan, ngurusi bisnisnya kiai saya, ngurus ayam," beber Gus Miftah.
"Telur 10000 ayam, saya yang ngurusi. Jadi yang lain waktunya habis untuk ngaji, saya tabarukan ngurusi ayam kiai saya," lanjut Miftah.
Baca Juga: Gus Miftah Bongkar Alasan Dirinya Bisa Mengislamkan Ratusan Orang, Dari Prancis sampai Belanda
Ada yang menilai bahwa pengalaman tersebut yang kemudian membuat Gus Miftah tidak memahami ilmu agama dengan baik sehingga berperilaku tak sesuai dengan ciri pendakwah.
"Oh begitu. Jadi, dia yang tidak pernah belajar, tapi dia yang ngatain orang lain g***k," ujar seorang warganet.
"Seperti peribahasa 'Tong kosong nyaring bunyinya'. Kalau aku menilainya, Kyainya udah ngasih kode ke Miftah supaya gak belajar ilmu agama karena gak cocok," tambah pemilik akun.
"Oalah, gus telek (ayam)," sindir warganet.
"Pantas wkwk," tambah yang lainnya.