"Ini bukan poster. Poster itu dirilis setelah ada photoshoot dan sudah menyewa orang untuk bikin poster," jelasnya.
"Ini saja pemainnya belum ada yang sepakat, bahkan belum kepikiran siapa pemainnya. Apapun belum ada yang sepakat. Kru belum ada yang sepakat, cuma judul proyek yang sepakat," ujarnya lebih lanjut.
Komedian asal Malang, Jawa Timur itu menambahkan bahwa peluncuran di JAFF bertujuan untuk mengamankan judul dan konsep film sebelum didahului oleh pihak lain. Kesempatan untuk memproduksi film berbahasa Madura dinilainya langka dan harus segera direalisasikan.
"Aku harus berpikir cepat, mumpung ada yang mau sepakat untuk bikin film sepenuhnya pakai bahasa Madura. Produser mana coba yang mau sepakat dengan ide seperti ini?" ungkapnya.
"Ini ada yang mau, jadi langsung harus diamankan kesepakatannya, sepakat soal judulnya dulu, biar proyeknya jalan dulu," sambung Bayu dalam pembelaannya.
Meskipun demikian, Bayu Skak mengakui kesalahannya dan berjanji akan lebih berhati-hati di kemudian hari.
"Iya, betul. Ini juga akan saya koreksi dan semoga bisa jadi masukan buat saya dan tim saya ya. Besok kalau ada launching lagi meskipun dikejar deadline, mending pakai judul saja ya. Yang modelnya cuma judul gitu ya?" pungkasnya.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Baca Juga: Berapa Denda Membajak Film? Unggah Potongan Film di Medsos juga Bisa Kena Jerat