Suara.com - Video Sujiwo Tejo minta maaf dan menganggap Gus Miftah seorang wali sempat menjadi sorotan hingga menimbulkan pro kontra. Padahal, video tesebut adalah bentuk satire.
Sujiwo Tejo tak menyangka banyak orang beranggapan serius atas video tersebut. Kendati demikian, dia enggan menjelaskan maksud sebenarnya dan berharap masyarakat menyimpulkan sendiri.
"Jadi saya nggak mau jawab, cuman saya heran aja karena ada yang menganggap saya serius. Ini menarik berarti Pak Prabowo sangat berat tugasnya. Dia mimpin bangsa yang mengira saya minta maaf betulan," kata Sujiwo Tejo dilansir dari Official iNews, Selasa (10/12/2024).
Seniman 62 berusia tahun ini hanya mengatakan bahwa kebanyakan orang di Indonesia belajar mendalami ilmu agama hanya dari sisi fikih saja.
"Berdasarkan cerita Sufi, di Indonesia itu kebanyakan fikih problemnya. Beragama kalau cuman fikih, gimana bisa mendalam?" ujar Sujiwo Tejo.
Menurutnya, hal ini membuat banyak orang yang memiliki kekuasaan berusaha berpura-pura tidak memiliki kuasa agar tak dipuji.

"Cerita-cerita fikih banyak orang yang ketika berkuasa pura-pura nggak berkuasa. Saya mengalami sendiri, supaya tidak dipuji. Ngasih duit dilempar, supaya dia tidak berhutang jasa ke aku," jelasnya.
Dalam kasus ini, Sujiwo Tejo juga beranggapan Gus Miftah bisa jadi orang sufi. Sebab, banyak orang akhirnya mendapat keuntungan karena membicarakan kasusnya menghina penjual es teh goblok.
"Lah siapa tahu dia sufi. Kalau nggak, sekarang kita di sini nggak mungkin dapat honor hanya karena kasus Gus Miftah," ujar Sujiwo Tejo.
Baca Juga: Konflik Baru Lagi dari Kisruh Agus Salim, Alvin Lim Balik Laporkan Pratiwi Noviyanthi
Sujiwo Tejo mengaku kontennya di media sosial tak pernah ditonton jutaan orang sebelum akhirnya membahas soal kasus Gus Miftah.