Selama pesta-pesta tersebut, P Diddy diduga merekam tindakan seks sambil melakukan masturbasi. Selain itu, jaksa menuduh bahwa Diddy memfasilitasi pesta tersebut dengan memberikan narkoba dan alkohol yang berlebihan, serta menyediakan tas IV untuk membantu peserta yang kelelahan setelah pesta-pesta tersebut.
Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh agen federal di rumah Diddy di Los Angeles dan Miami Beach, ditemukan berbagai barang bukti yang mendukung tuduhan terhadapnya. Bukti tersebut antara lai 1.000 botol pelumas dan minyak bayi, serta sejumlah narkotika yang diduga digunakan dalam pesta seks.
Pengacara Diddy, Marc Agnifilo, menanggapi tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa penyelidikan ini merupakan bagian dari upaya polisi untuk menjatuhkan seorang pria sukses karena rasnya. Menurut Agnifilo, para penyelidik tidak dapat menemukan bukti yang mengarah pada pelanggaran pajak atau masalah bisnis Diddy, sehingga mereka beralih untuk mencari bukti dalam kehidupan pribadinya, terutama di ranah seksualnya.
Selama lebih dari satu dekade, P Diddy dikenal mengundang selebritas Hollywood ke dalam pesta-pesta legendarisnya, yang berbeda dengan pesta-pesta "freak-offs" yang kontroversial. Namun, kini, di balik semua kemewahan tersebut, Diddy menghadapi persidangan besar yang berpotensi mengubah karier dan hidupnya.
Dengan persidangan yang masih berlangsung, banyak yang menunggu perkembangan selanjutnya terkait tuduhan serius yang dihadapi oleh salah satu mogul terbesar dalam industri musik ini. Apakah Diddy akan terbukti bersalah ataukah ini hanya sebuah fitnah, masih harus dilihat di persidangan yang akan datang.