Di dalam album, kata Sasha, ada satu lagu yang secara tersirat menjelaskan kenapa Banda Neira hadir kembali, yakni lagu Kan Terus Ku Tulis, Sampai Nafas Ini Habis. Di lagu itu dituliskan keinginan Sasha dan Ananda untuk terus berkarya dan menulis sampai selamanya.
![Banda Neira. [istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/11/04/36667-banda-neira.jpg)
“Kami bersepakat untuk bermusik bareng juga karena sama-sama ingin terus bermusik sampai seterusnya, kalau bisa sampai kita tua,” kata Sasha. “Kalau bisa enggak perlu ada bubar-bubar lagi,” ujarnya menutup.
Album Tumbuh dan Menjadi digarap di studio rekaman sejak Mei hingga September 2024. Album yang seluruh lagunya diproduseri oleh Lie Indra Perkasa ini direkam di studio Gadgadasvara (Tangerang) dan Kua Etnika (Yogyakarta).
Dalam membangun aransemen, Banda Neira melibatkan banyak musisi, di antaranya pianis Gardika Gigih dan Mery Kasiman; penabuh drum Dialog Dini Hari, Deny Surya; solois Eky Rizkani yang dikenal dengan nama panggung Reruntuh; penata vokal Ranya Badudu; dan Ruang String Quartet asal Yogyakarta yang beranggotakan Jeremia Kimosabe (cello), Saptadi Kristiawan (biola 1), Oscar Tunes (biola 2), dan Wasita Adi (viola).