Alex Teh Kisahkan Balada Romantika Masa Kini Melalui Single Bittersweet Berjudul 'I love you so'

Yohanes Endra Suara.Com
Jum'at, 23 Agustus 2024 | 08:58 WIB
Alex Teh Kisahkan Balada Romantika Masa Kini Melalui Single Bittersweet Berjudul 'I love you so'
Alex Teh. [istimewa]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Berada dalam dilema saat menemukan orang yang tepat, namun sayang waktunya tidak tepat. Masuki dunia emosional dari lagu "i love you so" oleh Alex Teh. Sebuah lagu bittersweet yang mengeksplorasi tentang memendam perasaan namun merindukan cinta yang lembut dan kasih sayang. Sebuah surat cinta untuk "orang yang telah terlepas."

Sepanjang lagu, pendengar dapat merasakan pengalaman mereka dalam mencintai orang yang tepat namun pada waktu yang salah. Tidak bisa terlalu terikat pada cinta ini, karena ada kemungkinan mereka berdua tidak dapat mempertahankan hubungan karena keadaan mereka.

Alex Teh. [istimewa]
Alex Teh. [istimewa]

Dengan imaji yang lembut dan manis dalam liriknya, ia ingin membuat orang-orang bergerak perlahan karena hubungan tersebut akan gagal jika dipaksakan. Untuk melangkah mundur dan menemukan jati diri masing-masing terlebih dahulu sebelum benar-benar mencintai mereka.

"i love you so" adalah single pertama dari EP yang akan datang: "in my 20's" yang bercerita tentang gejolak uji coba kehidupan dan pengalaman selama ini di usia 20-an. Dengan ini, Alex berharap para anak muda dapat memahami pengalaman universal tentang menginginkan cinta yang tidak dapat dimiliki.

Meskipun Alex Teh memiliki familiaritas yang tinggi dengan gitarnya, rilisan yang akan datang ini merupakan sesuatu yang berbeda namun tetap membuat dirinya nyaman.

"Aku mulai bermain gitar bahkan sebelum aku bisa bernyanyi. Aku selalu menulis dengan gitar sebagai alat musik utamaku, dan tidak pernah berubah. Aku selalu ingin membuat album yang sangat akustik yang guitar-driven, karena itulah yang paling sering aku dengarkan dan menjadi alat terbaik yang aku gunakan untuk mengekspresikan diri," ujar Alex Teh.

Album "in my 20's" nantinya lebih mengarah ke genre "folk indie", mirip dengan album Hollow Coves, Paper Kites, dan lain-lain.

Album ini sangat kental dengan nuansa akustik dengan tuning senar yang terbuka dan harmoni halus yang membungkus lagu dengan sentuhan pahit dan melankolis, dan ini merupakan lagu pertama yang diproduseri oleh Alex Teh bersama Will Mara, seorang seniman dan produser terkemuka yang karyanya termasuk "Sunday Song" dari Ricecooker dan "Blue Jeans" dari Gangga.

Alex membahas proses produksi sebagai proses yang sangat menarik, dengan mengatakan, "Selalu ada kali pertama untuk segala sesuatu. Dengan rekaman ini, saya hanya bermain-main dengan tuning yang berbeda dan ini adalah karya tercepat yang pernah saya tulis."

Baca Juga: Lanjutkan Karier Solo, Sisca Saras Comeback dengan Single 'Terbawa Suasana'

Alex juga telah bekerja sama dengan Arash Buana, seorang musisi muda berbakat yang dikenal dengan karya-karyanya seperti "if you could see me cryin’ in my room," untuk mengisi gitar akustik.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI