Suara.com - Isu mengenai pecah kongsinya MS Glow sempat menjadi trending di platform X. Isu ini beredar tepat ketika MS Glow berada di puncak popularitas di Indonesia.
Semuanya bermula dari jawaban Maharani Kemala yang dikenal sebagai founder saat ditanya mengenai MS Glow oleh warganet. Alih-alih memberikan jawaban detail, Maharani Kemala malah mengaku bukan pemilik dari MS Glow.
"Maaf bukan owner MS Glow," kata Maharani Kemala dengan singkat sebelum meminta warganet bertanya kepada Shandy Purnamasari, rekan bisnisnya.
Dugaan atas perpecahan MS Glow ini pun menimbulkan kekhawatiran dari publik. Terutama para pengguna produk-produk kecantikan dari merek yang sudah ada sejak tahun 2013 tersebut.
Selain itu, beragam hal mengenai MS Glow mulai dikulik kembali. Meski menggaet banyak nama terkenal, merek yang didirikan oleh Shandy Purnamasari dan Maharani Kemala ini pernah tersandung kontroversi yang cukup besar pada tahun 2022 lalu.
Pasalnya, pihak MS Glow pernah dituding melakukan pembohongan publik soal tampil di Paris Fashion Week pada tahun 2022. Padahal hanya ada dua merek lokal yang terdaftar, yaitu Jewel Rocks dan Sean Sheila.
Usai tudingan tersebut dilayangkan dan menuai komentar-komentar negatif dari publik, Shandy Purnamasari pun angkat suara. Melalui unggahan yang sudah dihapus, Shandy memberikan bukti berupa penggunaan hashtag Paris Fashion Week dalam penampilan mereka yang bekerja sama dengan desainer Leanne Marshall.
"Ini IG @fashionweekonline di highlight yang Paris, ada runway @leannemarshallofficial dan mereka tulis #parisfashuonweek, di IG Lean sebelum kita berangkat pun beliau posting dengan hashtag #pwf. Di @fashionweekonline malah ga cuma Paris, ada New York dan Milan Fashion Week," bunyi keterangan yang diberikan oleh Shandy Purnamasari saat itu.

Lebih lanjut, Shandy menyinggung soal pengetahuannya yang tidak banyak mengenai dunia fesyen. Namun dirinya menegaskan bahwa memang benar MS Glow bekerja sama dengan pihak luar.
"Saya nggak berkecimpung di dunia fashion, wawasan saya tentang fashion pun tidak terlalu luas. Jadi saya nggak terlalu paham soal itu, kita hanya sebuah brand lokal yang diberi kesempatan untuk kolaborasi dengan brand luar," tegas Shandy.