Prinsipnya, Haji Bolot ingin keluarga besarnya turut merasakan kebahagiaan seperti dirinya.
"Begini, gue juga dulu waktu jatuh (punya) satu kata, 'Gue besok lusa kalau senang, gue bisa bikin rumah, kalau gue senang, gue enggak mau senang sendiri. Senang gue, senang saudara gua'," tutur Bolot.