Suara.com - Ditinggal dua personel pada posisi drum dan gitar, tak membuat grup musik The Wellington menepi dari panggung musik indie. Unit dream pop asal Depok ini justru malah menelurkan karya teranyar pada 19 April lalu.
Karya yang dimuntahkan The Wellington juga dalam format tak biasa di era sekarang: maxi-single. Maxi-single bertajuk Solange ini merangkum dua lagu, yaitu Solange dan satu hasil remix Pandu Fuzztoni (Morfem, ZZUF) berjudul Lovely Sun yang diambil dari album pertama mereka, Playmaker.
Di trek pertama, Solange, ditulis oleh Tyza sang vokalis. Lagu ini amat sentimentil bagi The Wellingtong yang kini cuma dihuni oleh tiga personel, yakni Riftyza Gestandi (Vokal, Gitar, Synth), Rinaldi Aban (Bass, Backing Vocal), dan Muhammad Feizal Akbar (Gitar, Backing Vocal).
![The Wellington [dok.pribadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/22/34115-the-wellington-dokpribadi.jpg)
Tyza, di dalam syair yang ditulis, menceritakan tentang seseorang yang kerap lari dan menghilang menghindari orang-orang yang justru peduli dengannya.
Dari racikan musik juga agak sedikit berbeda dari karya mereka yang pernah ada. Sebelumnya, The Wellington dikenal dengan dominasi petikan ala jangly pop.
"Ketika memutuskan untuk lanjut bertiga aja, kami udah tau konsekuensinya pasti lagu baru ini bakalan sedikit beda dari yang sebelum-sebelumnya," kata Tyza.
"Sebenernya ini juga jadi semacam motivasi buat kami untuk mencoba sesuatu yang baru karena setelah sekian tahun ngeband bareng pasti referensinya juga nambah dan agak penasaran aja kalo bertiga doang jadinya gimana," katanya lagi.
BACA JUGA: Playmaker, Anak Sulung The Wellington yang Terlambat Lahir
BACA JUGA: Habis Gelap, Widi Bawa Death Vomit Makin Garang
Saya telah memutar trek pertama ini. Meski tak lagi jangly pop, The Wellington masih istikomah dengan karakter "mengawang-ngawang" khas dream pop.