"Karena, mereka ikhlas ketika suami jarang di rumah, ikhlas ketika harus berpisah dengan suami selama 1 tahun, ikhlas ketika harus mengurus anak sendiri tanpa suami, ikhlas ketika harus menghadapi segala sesuatu sendiri tanpa suaminya," kata Anissa Pohan.
Belum lagi, istri seorang tentara tidak hanya mengurus keluarganya tetapi juga biasanya ikut mengurus organisasi PERSIT yang mana semua dilakukan secara sukarela.
"Ikhlas ketika dia harus mengurusi orang lain, seperti mengurus organisasi, mengurus anggota. Kan kami punya organisasi dan mereka bekerja secara sukarela," lanjutnya.
Meski begitu, Anissa Pohan tetap berpandangan bahwa adanya organisasi PERSIT untuk istri para tentara ini membantu mensejahterakan anggotanya.