Suara.com - Nirina Zubir ikut mengungkap pendapatnya setelah Debat Cawapres keempat pada Minggu (21/1/2024). Nirina mengaku lega karena salah satu cawapres menyebut mafia tanah.
"Satu hal yag membuat na (Nirina) tertarik dengan debat cawapres semalam adalah adanya salah satu cawapres yang menyebut hal mengenai #mafiatanah," tulis Nirina Zubir pada Senin (22/1/2024).
Sebagai informasi, masalah mafia tanah Nirina Zubir sudah berlangsung sejak 2021. Keluarga Nirina menjadi korban mafia tanah dengan total kerugian mencapai Rp17 miliar.
"Semakin sering disebut, Semakin menjadi perhatian dan Semoga semakin bisa diatasi…" ungkap Nirina Zubir.
"Na juga pasti akan update terus perkembangan situasi ‘na teman-teman. Bismillah semakin ada titik terang…" sambungnya.
Dicari dari berbagai sumber, persoalan mafia tanah rupanya disinggung Cawapres Gibran Rakabuming Raka paslon nomor urut dua yang berpasangan dengan Prabowo Subianto.
Gibran Rakabuming mendorong digitalisasi dalam menyelesaikan masalah pertahanan di Indonesia, salah satunya menggunakan konsep one map policy. Dengan one map policy, seluruh informasi peta dari berbagai sektor terintegrasi dalam satu peta.
![Nirina Zubir di kawasan Senayan, Selasa (10/10/2023). [Suara.com/Tiara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/10/10/63041-nirina-zubir-di-kawasan-senayan-selasa-10102023-suaracomtiara.jpg)
"Ini sangat berguna sekali untuk mengurangi adanya konflik-konflik sengketa tanah, mafia tanah, dan lain-lain," ujar Gibran Rakabuming.
"Karena database-nya sudah digital, batas-batas tanahnya sudah ter-capture semua di database, ini akan sangat mengurangi yang namanya mafia tanah," sambungnya.
Baca Juga: Cak Imin Ungkit Konflik Agraria, Singgung Keseimbangan Manusia dan Alam dalam Pembangunan
Namun Nirina Zubir tidak menyebutkan paslon mana yang dimaksudnya membahas mafia tanah. Sedangkan komentar warganet di postingan Nirina justru banyak membahas paslon nomor urut tiga, Ganjar-Mahfud.