Suara.com - Eks personel Stinky, Ndhank Surahman sempat disentil Andre Taulany sebelum memutuskan minta maaf atas somasi beserta tuntutan ganti rugi ke teman-temannya di band atas lagu Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu yang dinyanyikan tanpa izin. Ia mengingatkan Ndhank untuk tidak perlu lagi membahas hal-hal seperti itu.
“Nggak usah lah mengungkit-ungkit saya berjasa atau segala macam,” ujar Andre Taulany di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (9/1/2024).
![Eks personel Stinky, Ndhank Surahman Hartono di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (2/1/2024). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/01/03/78324-eks-personel-stinky-ndhank-surahman-hartono.jpg)
Andre Taulany tak sependapat dengan klaim Ndhank Surahman kalau dirinya merasa lebih besar dari yang lain, cuma gara-gara pernah menciptakan beberapa lagu hits Stinky. Bagaimana pun, Stinky jadi besar berkat jasa seluruh personel.
“Stinky besar itu bukan jasa satu orang, tapi berlima. Semuanya punya jasa. Terlepas besar kecilnya presentase, tetap aja ada jasanya,” terang Andre Taulany.
Belum lagi, para personel Stinky sudah punya kesepakatan di atas kertas soal pembagian jatah royalti atas karya-karya mereka. Besaran nominal pembagian sudah disetujui sejak awal Stinky berdiri.
“Semua di Stinky kan udah tanda tangan pembayaran royalti, jadi masing-masing harus legawa, harus saling menerima,” kata Andre Taulany.
Andre Taulany pribadi tak mau memperpanjang masalah dengan Ndhank Surahman. Ia siap menerima kedatangan Ndhank untuk duduk bersama dan membicarakan masalah tersebut.
“Saya nggak mau ada permusuhan,” ucap Andre Taulany.
Sebagaimana diberitakan, Ndhank Surahman tiba-tiba membuat video soal somasi dan pelarangan bagi Andre Taulany dan Stinky untuk membawakan lagu-lagu ciptaannya pada 31 Desember 2023. Ndhank menyebut mereka sama sekali tidak meminta izin atau memenuhi hak-hak royalti saat membawakan lagu-lagu seperti Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu.
Baca Juga: Andre Taulany Heran Ndhank Surahman Baru Protes Soal Royalti: Harusnya dari Dulu!
“Padahal kalau secara legal, penciptaan, pembuatan, bisa dibilang lagu Mungkinkah itu 85 persen ciptaan saya,” terang Ndhank Surahman.