Suara.com - Ashanty mulai merasakan dampak positif dari rukiah dan beberapa terapi yang dijalani untuk mengobati masalah tidurnya. Ia menyesal sempat tidak percaya khasiat rukiah.
"Aku paling nggak bisa kalau baru ketemu, langsung dibilang, 'Wah, ini ada ininya, ada ininya'. Aku orangnya tuh apa-apa harus masuk di logika," ungkap Ashanty di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
![Ashanty nangis saat dirukiah. [YouTube A6]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/30/59461-ashanty.jpg)
Daripada rukiah, Ashanty memilih memperbanyak ibadah selama mengalami masalah tidur. Hanya saja, hal itu tidak berdampak apa pun.
"Awalnya aku pikir ya salat aja lima waktu, kupikir dari situ aja udah cukup. Ternyata memang banyak hal di luar sana yang baru aku pelajari bahwa kita memang harus melakukan itu (rukiah)," ujar Ashanty.
Ashanty pun memberanikan diri untuk jalani rukiah. Ternyata, penjelasan yang didapat seputar proses rukiah masih bisa diterima akal Ashanty.
![Ashanty ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2023) [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/17/44497-ashanty.jpg)
"Kemarin itu penjelasannya enak dan masuk akal buat aku, bahwa memang ada loh kayak begini-begini. Aku juga didoain aja pakai apa yang ada di Al-Quran," kata Ashanty.
Selama rukiah, Ashanty sempat tiba-tiba menangis dan tertawa dalam waktu berdekatan. Sampai hari ini, ia juga belum mendapat penjelasan ilmiah atas hal itu.
"Rasanya cuma kayak pengin nangis gitu, karena inget sesuatu. Didoainnya kan kenceng banget di deket aku. Aku juga nggak ngerasa aneh-aneh, dari yang tadinya mau nangis, malah tiba-tiba jadi pengin ketawa, aneh banget," kisah Ashanty.
Hanya saja, Ashanty tak mau ambil pusing dengan hal itu. Ia memilih mengambil dampak positif yang dirasakan usai ikut rukiah, salah satunya seperti lebih mudah tidur.
Baca Juga: Dirukiah, Ustaz Sebut Ada Jin di Tubuh Ashanty: Ada Muka Satu Orang di Kepalaku
"Aku bersyukur banget, sebagai pejuang tidur yang akhirnya bisa tidur itu rasanya kayak, apa ya. Soalnya tidur itu kan nggak bisa kayak makan yang kalau laper tinggal makan. Tidur itu kalau nggak bisa tidur, makin dipikirin makin nggak bisa tidur," kata Ashanty menjelaskan.