"Dia nidurin banyak orang dan punya gaya hidup dunia malam, jadi stamina dan kemampuan bertinjunya menurun ketika akhirnya harus ngelawan Evander Holyfield," sambungnya.
Selain itu, Awkarin menuturkan bergonta ganti pasangan akan menimbulkan risiko bukan hanya kesehatan, melainkan berdampak pada psikologi seseorang.
"Terlalu banyak dan sering ganti pasangan itu bisa jadi gak baik buat psikologis seseorang, karena manusia itu dalam hubungannya sama lawan jenis harus ngelewatin proses afeksi," ucap Awkarin.
"Kehilangan afeksi dan objek lekat mungkin banget jadi ngeganggu psikologis, terutama hilangnya rasa sensitif terhadap manusia. Selain itu, memang sering ganti-ganti pasangan memang jadi rawan juga buat kena penyakit," lanjutnya.
Karena itu ia mempertanyakan apakah bergonta ganti pasangan menjadi sebuah kebanggaan
"Mungkin sekilas keliatannya keren dan hebat, tapi apa iya nidurin dan ganti-ganti pasangan itu bisa jadi sebuah kebanggaan?," katanya.