Bisingnya suara huller memaksa Mamah Dedeh dan seluruh anggota keluarga berkomunikasi dengan nada yang lebih tinggi. Bila tidak, suara mereka tidak akan terdengar oleh yang lain.
"Kalau ngomongnya pelan-pelan, paling bapak saya cuma, 'Naon?'. Makannya harus kenceng," terang Mamah Dedeh.
Mamah Dedeh pun meminta maaf bila ada orang yang merasa dirinya terlalu keras sebagai seorang pendakwah. Ia mengaku sulit menghilangkan kebiasaan berbicara lantang yang dibawa sejak kecil.
"Punten sekali ini mah, agak sulit menghilangkan kebiasaan itu," ucap Mamah Dedeh.
Mamah Dedeh turut memastikan bahwa kepribadian sehari-harinya jauh dari kesan orang tua yang keras atau galak.
"Hati saya sebenernya lembut," pungkasnya.