Syarah juga sempat mengirimkan contoh produk kecantikan buatannya ke kediaman Linna Susanto. Namun Linna Susanto hanya merespons lewat ucapan terima kasih dan sama sekali tidak menawarkan kerja sama dalam bentuk apa pun.
"Dia minta alamat karena ingin kirim-kirim. Kemudian dia kirim lah produk-produk, dia bilang, 'Semua produk kami, skin care, souvenir asli dari Jepang'. Setelah itu saya bilang, 'Oke, terima kasih', lalu sudah, nggak ada pembicaraan lain," terang Linna Susanto.
Kerja sama antara kedua pasangan suami istri baru terjalin di 18 Agustus 2022 setelah Syarah memaksa bertemu Linna Susanto untuk meminta bantuannya dan Mario Teguh sebagai konsultan bisnis.
"Jadi kontrak di MOU yang kami tanda tangani bersama itu tugasnya pendampingan, bukan brand ambassador, bukan penjualan, tapi pendampingan," ujar Linna Susanto.
Linna Susanto juga mengklaim tidak pernah secara spesifik meminta nilai kontrak Rp5 miliar dari Syarah dan Sunyoto Indra Prayitno untuk layanan konsultasi bisnis. Mereka sendiri yang menentukan harga untuk Mario Teguh beserta istri.
"Jadi saya kasih form kosong, silakan diisi sendiri," ucap Linna Susanto.
Kini, Mario Teguh dan istrinya dilaporkan pasangan pengusaha tersebut ke Polda Metro Jaya. Mereka dituding menggelapkan uang Rp5 miliar sebagai nilai kontrak kerja sama.
Versi Mario Teguh, dia dan sang istri tak pernah menggelapkan duit tersebut. Sebab mereka merasa yang diterima adalah bayarannya sebagai konsultan bisnis.
Mario dan sang istri juga mengklaim telah menjani kewajibannya. Namun, kontrak kerja sama tersebut memang bermasalah di tengah jalan.
Baca Juga: Sebab-Musabab Redupnya Karir Sang Motivator Salam Super Mario Teguh