Suara.com - Zikri Daulay awalnya tak mau mengangkat cerita Syakir Daulay yang sudah dua tahun tidak pulang ke rumah. Ia semula optimis masalah dengan sang adik bisa selesai lewat jalur kekeluargaan.
"Makanya kami awalnya nggak pernah up masalah ini," ujar Zikri Daulay di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Selasa (28/2/2023).
![Kakak Syakir Daulay, Zikri Daulay di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Selasa (28/2/2023). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/02/28/79142-zikri-daulay.jpg)
Namun setelah dicoba lewat jalur kekeluargaan, Syakir Daulay tetap tidak menunjukkan itikad baik. Ia masih bertahan dengan sikapnya untuk tidak pulang ke rumah.
"Sudah kami samperin, sudah kami temuin langsung. Tapi nggak ada perubahan," beber Zikri Daulay.
Situasi makin parah setelah ibu Syakir Daulay terus-terusan menangisi ketiadaan anaknya di rumah.
![Kakak Syakir Daulay, Zikri Daulay di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Selasa (28/2/2023). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/02/28/41117-zikri-daulay.jpg)
"Setiap hari ibu saya menangis, bilang 'Bang, tolong dong bilang Syakir, kangen', atau segala macam. Itu pun masih sempat kami tahan. Jadi, kalau sekarang kami up, bukan kami baru sehari atau dua hari," terang Zikri Daulay.
Oleh karenanya, Zikri Daulay memilih mengangkat cerita itu ke media sebagai jalan terakhir. Ia tahu betul kebiasaan Syakir Daulay yang haus sorotan kamera.
"Dia nggak akan datang kalau nggak ada media, sorry to say. Memang itu faktanya," ungkap Zikri Daulay.
Meski sadar akan menimbulkan masalah baru, Zikri Daulay tak keberatan menghadapinya. Terpenting saat ini, ia sudah bisa membahagiakan sang ibu lewat pertemuan singkat dengan Syakir Daulay.
"Yang penting ibu saya senang dia datang," ucap Zikri Daulay.