Suara.com - Pangeran Andrew selama ini dikenal sebagai putra kesayangan Ratu Elizabeth II. Meski demikian, ia tengah menghadapi tuduhan pelecehan seksual yang sangat serius dalam beberapa tahun terakhir. Lantas bagaimana nasibnya saat sang ibu yang menjadi pelindungnya telah tiada?
Menyadur Daily Mail, pakar mengatakan bahwa Pangeran Andrew tidak akan pernah kembali ke kerajaan. Reputasi Duke of York itu sudah compang-camping di tengah skandal seks Jeffrey Epstein dalam beberapa tahun terakhir
Meski menghadapi tuduhan serius pelecehan seksual hingga perdagangan seks, Pangeran Andrew tetap dekat dengan ibunya, sang Ratu sepanjang hidupnya, setelah membentuk ikatan yang kuat di masa kecil.
Dikatakan bahwa Andrew dilihat oleh Ratu sebagai 'cadangan yang dia miliki untuk dirinya sendiri setelah dia menghasilkan ahli waris'.
Namun, Ratu Elizabeth II akhirnya memutuskan untuk mencopot peran Pangeran Andrew beserta kehormatannya dari militer pada bulan Januari lalu. Ini karena kasus skandal seks Pangeran Andrew semakin memicu kemarahna publik.
Kini, kematian Ratu memiliki arti bahwa 'putra kesayangannya', Pangeran Andrew sangat tidak mungkin untuk kembali ke kehidupan publik kerajaan. Pasalnya, gelombang kritik bakal dihadapi Raja Charles III dan Pangeran William jika mereka mengizinkannya, kata seorang ahli.
Duke of York dinilai telah mempermalukan ibu dan kerabat lainnya dalam beberapa tahun terakhir dengan reputasinya yang hancur di tengah skandal seks Jeffrey Epstein.
Ratu mencopot Andrew dari peran militer kehormatannya di tengah kasus perdata AS yang diajukan terhadapnya oleh penuduh Virginia Giuffre.
Meski demikian, Pangeran Andrew tetap dekat dengan ibunya sepanjang hidupnya, setelah membentuk 'ikatan yang tidak dapat dipecahkan' semasa masa kanak-kanak di tahun-tahun setelah kelahirannya di Istana Buckingham pada tahun 1960.
Baca Juga: Punya Hubungan yang Sempat Memanas, Kini William-Kate dan Harry-Meghan Terlihat Bareng Lagi
Dan Andrew diizinkan kembali secara singkat ke kehidupan kerajaan pada tanggal 29 Maret 2022 saat ia mengantar ibunya ke Westminster Abbey, untuk layanan syukur atas kehidupan ayahnya Pangeran Philip.