Suara.com - Aktris Dea Panendra terang-terangan menceritakan pahitnya awal mula perjalanan karier di dunia seni peran.
Sebagai pendatang baru, Dea Panendra sempat ditolak sebuah PH (Production House) ketika casting sebuah film.
Pasalnya, Dea Panendra dinilai tidak layak mendapat peran lantaran dianggap tidak cantik.

"Gue pernah casting, terus dia bilang 'kamu enggak cukup cantik untuk ada di film gue'," kata Dea Panendra.
Pada saat mendengar alasan penolakan tersebut, lawan main Jefri Nichol di film "Jakarta vs Everybody" ini sempat mengalami perasaan sedih.
"Pada saat itu, aku sedih karena biar bagaimana pun juga kayak 'Lo lagi menghina muka gue atau apa gitu kan'," sambungnya.
![Jakarta vs Everybody [Instagram/@jakartavseverybody.film]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/17/18980-jakarta-vs-everybody.jpg)
Oleh karena itu, Dea Panendra sempat menilai industri seni peran sangat diskriminatif kepada pendatang baru yang tidak rupawan.
"Kenapa industri ini jahat sekali," tuturnya dilansir dari akun TikTok @pakaihatikita.
Cerita lika-liku Dea Panendra di dunia seni peran ini menuai beragam komentar dari sejumlah netizen.
Baca Juga: Jefri Nichol Menang Adu Jotos, Ekspresi Keanu Jadi Sorotan: Kayak Maling Digebukin

Menurut sebagian netizen, industri entertainment memang selektif dan terkesan diskriminatif kepada pihak yang tidak rupawan.