Suara.com - Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut polisi menggeledah rumah Nia Ramadhani saat penangkapan. Tapi hal itu dibantah oleh kuasa hukum Nia, Wa Ode Nur Zainab.
Menurut Wa Ode, Nia Ramadhani secara sukarela memberikan barang bukti (barbuk) pada petugas waktu itu. Sehingga dia menilai kurang tepat bila saksi menggunakan istilah penggeledahan.
"Soal penggeledahan, jadi sebagaimana ibu Nia sampaikan, sebenarnya memang tidak ada penggeledahan. Dalam arti mereka melakukan pemeriksaan-pemeriksaan, tetapi bu Nia secara sukarela memberikan alat bukti itu kepada penyidik," kata Wa Ode usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021) dikutip dari Antara.
Bahkan, Wa Ode melanjutkan, Nia Ramadhani langsung mengakui bahwa dia memakai narkoba jenis sabu. Karenanya, dia menilai kliennya sangat kooperatif.
Baca Juga: Pengacara Pastikan Nia Ramadhani Ubah Gaya Rambut di Tempat Rehabilitasi
"Jadi sesungguhnya kita mesti apresiasi juga ya mereka tidak berbelit-belit mempersulit," ujarnya.
Sementara, ada tiga saksi yang dihadirkan JPU dalam sidang perdana kemarin. Mereka adalah Agus Sujono, Hendra Gunawan, dan Benny Santoso Pandiangan.
Ketiganya menyebut saat penangkapan, pihaknya menggerebek dan menggeledah kediaman Nia Ramadhani.
JPU mendakwa Nia Ramadhani; suaminya, Ardi Bakrie; dan sopir pribadi, Zen Vivanto dengan pasal penyalahgunaan narkoba karena mengkonsumsi narkotika golongan I.
Pasal yang dipakai JPU adalah Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana empat tahun penjara.
Baca Juga: Nia Ramadhani Didakwa Pasal Penyalahgunaan Narkoba, Pengacara: Sudah Tepat