Suara.com - Bioskop telah kembali beroperasi seiring menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia. Kendati begitu, penonton bioskop wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti sudah vaksin, mengenakan masker, duduk berjarak, serta tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama menonton film.
Salah satu film yang akan tayang di bioskop CGV adalah The Medium. Film horor Thailand ini merupakan hasil kolaborasi sutradara Thailand dan Korea Selatan. Penasaran sekeren apa kolaborasi tersebut? Simak dulu sinopsis The Medium berikut ini.
Sinopsis The Medium

The Medium berkisah tentang warisan seorang dukun yang merasuki sebuah keluarga di Isan, daerah terpencil di Thailand. Warga setempat yakin apabila roh jahat dapat hadir dan masuk ke dalam tubuh dukun pada upacara-upacara tertentu.
Warga setempat diceritakan masih menganut kepercayaan mistis sehingga amat percaya dengan tradisi semacam itu. Kepercayaan terhadap roh selama berabad-abad membuat warga Isan memiliki sejumlah tempat persembahan dan sembahyang, mulai di depan rumah hingga di hutan.
Bagi warga lokal Isan, roh bukan hanya roh orang meninggal saja. Roh dalam kepercayaan warga Isan juga berarti segala sesuatu seperti rumah, pohon, gunung, hutan, hingga sawah dipercaya memiliki roh.
Trailer The Medium menghadirkan ketegangan saat ritual dilakukan. Suara decitan, lonceng, teriakan orang, serta pembacaan mantra terdengar bersahutan. Adegan menegangkan dan mencekam sukses membuat film The Medium dikemas penuh kengerian.
Film The Medium diperankan oleh Narilya Gulmongkolpech (Mink), Sawanee Utooma (Nim), Sirani Yankittikan (Noi), Yasaka Chaisorn (Manit), dan masih banyak pemeran pendukung yang lain.
Alasan Harus Nonton The Medium
Baca Juga: Menambah Wawasan, Ini 5 Serial Sains Wajib Tonton di Netflix

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa film The Medium merupakan hasil kolaborasi sutradara Korea Selatan dan Thailand. Na Hong Jin merupakan sutradara Korea Selatan yang telah menulis skenario serta mengarahkan film The Chaser (2008), The Yellow Sea (2010), dan The Wailing (2016).