3 Kontroversi Putra Siregar, Kasus Ponsel Ilegal hingga Dituding Gelar Ikoy-ikoy Settingan

Senin, 30 Agustus 2021 | 07:36 WIB
3 Kontroversi Putra Siregar, Kasus Ponsel Ilegal hingga Dituding Gelar Ikoy-ikoy Settingan
Portrait pemilik PS Store Putra Siregar di tokonya saat pemecahan Rekor Muri pemotongan sebanyak 404 hewan kurban di Condet, Jakarta Timur, Jumat (31/7). [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Daftar kontroversi Putra Siregar, YouTuber sekaligus pemilik PS Store, bertambah setelah ia dituding menggelar giveaway ikoy-ikoy settingan. Namanya ramai diperbincangkan di Twitter.

Nama Putra Siregar melejit lewat PS Store, bisnis jual handphone baru dan bekas dengan harga miring. Usahanya itu telah memiliki beberapa cabang di kota-kota besar Indonesia.

Kini, Putra Siregar diterpa isu miring setelah seorang warganet mengaku tak kunjung mendapatkan hadiah giveaway yang dijanjikan oleh Putra.

Sebelum isu soal giveaway settingan, bos PS Store itu juga pernah disorot akibat tersandung kasus jual ponsel ilegal. Untuk lebih jelasnya, simak deretan kontroversi Putra Siregar berikut ini.

1. Jual ponsel dengan harga miring

Putra Siregar. (Instagram/@putrasiregarr77)
Putra Siregar. (Instagram/@putrasiregarr77)

Putra Siregar dikenal memiliki toko ponsel yang menjual dengan harga yang jauh di pasaran lewat PS Store. Bisnisnya ini sukses mencuri perhatian, terlebih setelah diiklankan oleh para artis seperti Raffi Ahmad hingga Atta Halilintar.

Hingga pada 2017, bisnis Putra Siregar diterpa isu miring. Bea Cukai mendapatkan laporan yang menyebut produk-produk yang dijual di PS Store adalah ilegal. 

2. Tersandung kasus kepabeanan

Putra Siregar pernah tersandung kasus kepabeanan dengan dugaan menjual dan menimbun ponsel ilegal. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyita sebanyak 190 unit handphone dari PS Store.

Baca Juga: Putra Siregar Dituduh Gelar Giveaway Ikoy-ikoyan Settingan

Kasus kepabeanan Putra Siregar mencuat ke publik pada 2020 lalu, seiring dengan pelimpahan kasus ini dari Bea Cukai Kanwil Jakarta ke Kejari Jakarta Timur. Namun, penyidikan telah berlangsung sejak 2017.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI