Suara.com - Komika Mongol Stres dan Deddy Corbuzier sempat disomasi oleh Perhimpunan Jiwa Sehat dan puluhan organisasi masyarakat pemerhati Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) lainnya. Namun, persoalan tersebut kini sudah selesai.
"Sudah dilakukan permintaan maaf terbuka di sosial media dan sudah selesai," kata Mongol di program Rumpi yang tayang pada Selasa (13/7/2021).
Kendati begitu, Mongol menekankan bahwa dia sama sekali tak bermaksud menghina ODGJ. Apalagi, ibunya juga sempat mengalami gangguan jiwa.
"Sebenarnya saya kan nggak punya niat untuk menghina temen-temen ODGJ, karena saya terlahir dari mama yang juga memiliki gangguan jiwa," ujarnya.
![Mongol blak-blakan di ruang podcast Deddy Corbuzier [SuaraSulsel.id / Tangkapan layar podcast Deddy Corbuzier]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/02/82841-mongol.jpg)
Mongol kemudian bercerita soal ibunya yang sempat dipasung selama empat tahun lantaran hubungannya dengan ayahnya tak direstui. Padahal saat itu ibunya sudah mengandung dirinya.
Selama 40 tahun Mongol tak menceritakan kisah ibundanya yang ODGJ dan dipasung itu. Namun karena tudingan tersebut Mongol merasa perlu menyampaikan rahasia tersebut.

"Yang paling parah bahwa 40 tahun ini rahasia ini saya sembunyiin," ungkap Mongol.
"Karena dari pihak sana bilang saya melakukan penghinan dan pelecehan, padahal saya sembilan tahun dari SD sampai SMP saya diteriakin orang, anak orang gila," katanya lagi.
Mongol menegaskan bahwa jika dirinya melecehkan ODGJ, sama dengan melecehkan ibunya sendiri. Dan hal itu tak mungkin dilakukannya.
Baca Juga: Ikatan Cinta Bikin Emak-emak Bertahan di Masa Pandemi, Ini Kata Uus
"Kalau saya lecehkan ODGJ berarti saya lecehkan mama saya juga dong tapi udah lah," ujarnya.