Interview: Kisah Perjuangan Yama Carlos Buat Jadi Artis

SumarniHerwanto Suara.Com
Minggu, 17 Januari 2021 | 17:45 WIB
Interview: Kisah Perjuangan Yama Carlos Buat Jadi Artis
Yama Carlos di press screening film komedi 'Siap Gan' di XXI Setia Budi, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu malam (4/11/2017). [suara.com/Ismail]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Aktor Yama Carlos blak-blakan mengenai awal mula berkarier di industri hiburan Tanah Air. Dia bilang semua berawal dari dunia model baru kemudian berlanjut ke seni peran.

Padahal sebetulnya, Yama Carlos sendiri lebih tertarik menjadi atlet basket ketimbang aktor. Tapi semua itu tidak bisa terwujud lantaran tak dapat izin keluarga.

Karier Yama Carlos bermula lewat FTV yang tayang pada 2005. Selanjutnya, lelaki 40 tahun ini mendapat tawaran sinetron.

Seiring berjalannya waktu, Yama Carlos juga mulai merambah ke layar lebar. Dia bilang tahun 2006 awal mulai menjadi aktor di film layar lebar berjudul Belahan Jiwa.

Yama Carlos [Suara.com/Sumarni]
Yama Carlos [Suara.com/Sumarni]

Lebih lanjut, berikut wawancara perjalanan lengkap karier Yama Carlos bersama Suara.com:

Ceritain dong awal karier jadi artis seperti apa?

Dari model dulu sebenernya. itu kira-kira tahun 2001-2002 mulai fashion show, photoshoot. Akhirnya singkat cerita tahun 2005 pelan-pelan banting stir ke dunia seni peran.

Itu awal mula film layar lebar atau apa?

Kalau layar lebar dari tahun 2006, tahun 2005 itu baru FTV terus ada beberapa serial. Cuma saat itu masih peran kecil yang nggak lebih dari 10 scene.

Baca Juga: Interview: Amanda Caesa Saat Memulai Karier Dihantam Pandemi

Emang dari awal mau jadi artis?

Kalau diceritain panjang lebar lumayan panjang, intinya bahwa rencana saya sebagai manusia itu di belokan sama Tuhan. tapi dalam arti positif yah jangan salah arti. Manusia boleh punya rencana cuma akhirnya Tuhan juga yang menentukan.

Kalau boleh tahu pertama jadi model dibayar berapa?

Show pertama kali saya, saya inget sekali di Semarang dibayar Rp 100 ribu. Itu sebagai model yah. Itu saya inget banget dibayar Rp 100 ribu.

Itu kan sebagai model, kalau di dunia seni peran dibayar berapa?

Film pertama saya tahun 2006 judulnya 'Belahan Jiwa' yang main Dian Sastro, Rachel Maryam, Dina Olivia, Indah Kalalo terus ada Nirina Zubir. Itu garapan mba Ayu sekar, itu honor saya Rp 750 ribu film pertama.

Yama Carlos [Suara.com/Sumarni]
Yama Carlos [Suara.com/Sumarni]

Berarti memang dari bawah banget yah memulai kariernya ?

Iya, saya pribadi bener-bener dikasih Tuhan kesempatan untuk merasakan bukan yang karena followersnya banyak, muka ganteng, putih bersih, digemari disegala umur. Jadi saya benar-benar merasakan merangkak dari bawah banget. Kalau jaman sekarang kan yah nggak semua sih, cuma faktanya followers lo banyak, lo viral yah lo bisa main film.

Pertama kali terjun ke dunia hiburan bagaimana?

Ketika saya banting stir ke dunia peran pun bukan yang bermodal otodidak seperti yang diucapkan banyak orang 'Sudah nanti belajar sambil jalan, otodidak'. Nggak salah sih cuma saya benar-benar memilih untuk masuk di sanggar-sanggar teater, berguru sama mereka. Jadi benar-benar yang belajar bukan mengandalkan otodidak.

Emang dulu cita-cita jadi apa?

Dari kecil dari kecil saya pengen jadi tentara terus setelah itu sama orangtua nggak boleh, akhirnya kelas 2 SMP saya menggeluti dunia basket, saya masuk club, saya serius di situ. Mulai kelas 2 SMP saya ikut tanding untuk klub sekolah terus akhirnya pada saat itu kasta tertinggi liga basket Indonesia Koba Tama, di klub itu saya sudah sampai di level senior dari senior masuk ke Koba Tama.

Setelah lulus SMA saya bilang ke papa 'Pah ini nggak kuliah dulu yah, saya pengen ingin lebih serius di dunia basket supaya bisa masuk kejenjang profesional'. Karena di sekolah saya sudah punya prestasi basket, di klub juga di level senior sudah punya prestasi dan sering dipercaya untuk terus main di pertandingan.

Saat itu papa ngasih restu nggak?

Setelah lulus SMA saya minta izin, intinya sama papa nggak boleh. 'Silahkan basket tapi lanjut kuliah'. Saya nggak muluk-muluk kenapa, dulu saya pengen jadi tentara terus nggak dibolehin akhirnya jadi atlet nasional. Karena ingin mengharumkan nama Indonesia aja, pengen lihat bendera merah putih berkibar di cabang olaraga yang saya tekunin, itu aja sih.

Di saat anak-anak cita-cita jadi pilot atau apa, gua cuma mau jadi atlet karena ingin mengibarkan bendera merah putih.

Kenapa nggak diterusin jadi atlet?

Karena papa nggak mengizinkan, cuma di sini saya nggak menyalahkan orangtua yah. Itu salah satu proses untuk saya berdiri seperti saat ini. Jadi saya fokus kuliah dan tinggalkan dunia basket.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI