Suara.com - Sukses lewat layar lebar, film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (2019) dibuat dalam versi serial berjudul Imperfect The Series.
Berbeda dari film layar lebarnya, Imperfect The Series berfokus kepada Geng Kosan, yaitu Neti (Kiky Saputri), Maria (ZsaZsa Utari), Endah (Neneng Wulandari) dan Prita (Aci Resti).
Penulis naskah Ernest Prakasa mengatakan, alasan ia dan tim membuat spin-off untuk Geng Kosan ini adalah karena ingin mengangkat isu seputar perempuan dan kecantikan dari sudut pandang berbeda. Ernest menyebut keempat gadis ini memiliki cerita menarik untuk diulik.
![Ernest Prakasa [Sumarni/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/09/10/45505-ernest-prakasa-sumarnisuaracom.jpg)
"Mereka layak dapat panggung yang lebih besar lagi, sehingga saya melihat ada potensi dijadikan series," kata Ernest Prakasa dalam jumpa pers virtual, Rabu, (13/1/2021).
Kesempatan menghadirkan Imperfect Series ini juga sebuah privilege tersendiri bagi Ernest Prakasa. Pasalnya, serial ini para pemain utama yang ditampilkan bukan perempuan-perempuan dengan standar kecantikan seperti pada umumnya.
"Bukan hal mudah dan lazim untuk sebuah serial yang mengedepankan bintang yang unknown. Empat cewek ini bukan cewek-cewek cantik seperti beauty standard kecantikan. Ini sebuah privilege tersendiri karena ini sebuah tayangan tidak biasa," jelasnya.
Sementara itu, Naya Anindita didapuk sebagai sutradara dalam series tersebut. Naya mengakui, keempat perempuan ini akan digarap dengan menampilkan nilai-nilai berbeda yang mempresentasikan isu insecurity.
"Saya berusaha banget gimana caranya setiap karakter itu bisa mewakilkan perempuan-perempuan dengan latar belakang dan value berbeda," kata Naya dalam jumpa pers yang sama.
Naya juga menambahkan banyak latar belakang tambahan kepada Neti, Endah, Prita, dan Maria. Hal itu bertujuan untuk pengembangan cerita agar lebih luas dari film layar lebarnya.
Baca Juga: Ernest Prakasa Ungkap Alasan Indah Permatasari Nikah dengan Arie Kriting
"Saya berusaha banget gimana caranya setiap karakter itu bisa mewakilkan perempuan-perempuan dengan latar belakang dan value berbeda. dari yang sudah dibangun sama Koh Ernest bisa saya dalami lagi," beber Naya.