Suara.com - Aplikasi RCTI+ menghadirkan konten Home of Horror yang mana menyuguhkan cerita mistis. Konten ini berada di bagian fitur Radio+.
Nurul Laili selaku VP Operation Roov menjelaskan keputusannya membuat Home of Horror bukan tanpa alasan.
“Kita sekarang sedang mengunggulkan konten yang bertema horor, di akhir Oktober kemarin kita me-launch semua konten bergenre horror bertema Home Of Horror," kata Nurul Laili dalam surel yang diterima Suara.com pada Minggu (8/11/2020).
"Kenapa kami memilih konten horor ini, karena saat ini banyak diminati di kalangan masyarakat Indonesia. Dan cerita horor dari Indonesia itu banyak banget dan platform audio entertainment lainnya belum ada yang fokus khusus mengangkat tentang horror," sambungnya lagi.
Baca Juga: 4 Drama Populer Korea Siap Tayang di RCTI+, Apa Saja?
Valencia Tanoesoedibjo selaku Co-Managing Director RCTI+ turut menambahkan. Dia bilang konten horor ini bisa diakses secara gratis.
“Saya yakin pengguna RCTI+ dan pendengar Radio+ menyukai cerita suara horror, hal ini dibuktikan cerita suara berjudul Bulu Kuduk banyak diakses dan didengarkan oleh pengguna RCTI+. Terlebih mendengarkan konten audio di Radio+, gratis nggak pake ribet," tuturnya.
Konten Home of Horror sendiri sudah merilis sejumlah cerita seperti Kutukan Di Kolong Casablanca, Lasmi Penghuni Jeruk Purut, Beranak Dalam Kubur, Payung Merah Jembatan Cibubur hingga Jailangkung Permainan Terlarang.
Terlepas dari itu, Radio+ sudah meluncurkan original kisah horornya sendiri yakni Bulu Kuduk. Cerita ini mengangkat kisah tentang lima remaja yang berkuatan supranatural agar bisa menyelamatkan bumi dari kekacauan.
Selain Radio+, aplikasi RCTI+ juga menyediakan tontonan lain seperti film dan sinetron. Lalu ada juga deretan drama Korea populer yang ditampilkan di sana.