Suara.com - Lama tak terlihat di layar kaca, musisi Anji akhirnya bicara soal dampak kasus dugaan penyebaran berita hoaks dan unggahan jenazah COVID-19 terhadap kehidupan pribadinya.
Berawal dari Soleh Solihun yang penasaran bagaimana perasaan Anji saat dibully hampir seluruh Indonesia karena kasus tersebut.
"Kemarin waktu lo dibully karena ngepost Instagram foto jenazah, terus kasus profesor Hadi, apa yang lo rasakan dibully seluruh Indonesia?," tanya Soleh Solihun di kanal YouTube 3second Tv, dikutip Suara.com Minggu (25/10/2020).
Alih-alih mengungkapkan perasaannya, pemilik nama asli Erdian Aji Prihartanto itu menampik dirinya dibully satu Indonesia.
![Penyanyi Anji bersama Prof Hadi Pranoto [Insagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/08/03/75853-penyanyi-anji-bersama-prof-hadi-pranoto.jpg)
"Nggaklah, nggak seluruh Indonesia. Maksudnya dibully banyak orang Indonesia gitu," jawab Anji.
Anji menyakini hal itu karena dia mengaku masih menerima ucapan terima kasih dari publik atas konten YouTubenya tersebut.
"Karena gue ke daerah gue disalamin sama ibu-ibu, bapak-bapak ‘Makasih ya mas ngomongin itu’," imbuh Anji.
"Orang yang ketemu lo juga nggak akan maki-maki di depan Ji," timpal Soleh.
Pelantun lagu Bidadari Tak Bersayap ini kemudian memberikan contoh haters yang melakukan bully kepadanya di media sosial.
Baca Juga: Ikut Razia Perut Lapar, Anji Lelang 6 Gitar Rp 360 Juta
"One think ya tentang orang yang ngebully di media sosial. Jadi ada orang ngebully gue di media sosial misalnya. Gue nggak kenal sama dia, dia kenal sama gue dong. Ketemu di satu cafe aja, gue kan nggak tau dia ngebully gue apa nggak," ungkapnya.