Suara.com - Penyanyi Reza Artamevia mengaku konsumsi narkoba lantaran hanya di rumah saja selama pandemi virus corona atau COVID-19.
Berdasarkan pemeriksaan, tes urinenya pun positif. Karena itu, perempuan berusia 45 tahun ini terancam menjalani hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Dia dikenai dua pasal sekaligus tentang narkoba.
"Pasal yang kami sangkakan yaitu Pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Minggu (6/9/2020).
![Penyanyi Reza Artamevia saat dirilis kepada awak media usai dirinya kembali ditangkap akibat penyalahgunaan narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (6/9). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/06/99692-reza-artamevia-suaracomalfian-winanto.jpg)
"Dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara," sambungnya lagi.
Reza Artamevia diamankan di sebuah restoran di kawasan Jatinegara pada Jumat (4/9/2020) sore.
Saat itu, polisi mendapatkan barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0.78 gram di dalam dompet yang ada di dalam tas milik Reza Artamevia.
"Barang bukti yang berhasil kita amankan adalah satu klip sabu-sabu seberat 0,78 gram, kemudian ada dompet, ada alat hisap yang biasa kita tahu bong, ada korek api," jelasnya.
Dalam pengakuannya, Reza Artamevia bilang mengonsumsi sabu sejak empat bulan belakangan. Sementara sabu tersebut ia peroleh dari seseorang berinisial F yang bukan publik figur.
Baca Juga: 2 Kali Ditangkap Narkoba, Reza Artamevia Minta Jangan Tiru Jejaknya
"Dari pendalaman kemudian tersebut satu orang yang sekarang menjadi DPO pengejaran kita, inisialnya adalah F, orang biasa bukan publik figur," jelas Yusri.