Beda dengan Jakarta, Yoriko Angeline Beberkan Kondisi Banjarmasin Saat PSBB

SumarniYuliani Suara.Com
Kamis, 30 April 2020 | 11:55 WIB
Beda dengan Jakarta, Yoriko Angeline Beberkan Kondisi Banjarmasin Saat PSBB
Artis Vanesha Prescilla berposes saat berkunjung di kantor Suara.com, Jakarta, Kamis (7/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Artis Yoriko Angeline saat ini berada di kampung halamanya, di Banjarmasin. Seperti halnya beberapa daerah, Banjarmasin juga menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Pemeran Wati di film Dilan 1990 itu membeberkan kondisi Banjarmasin selama masa PSBB karena pandemi virus corona atau COVID-19.

"Jujur di sini sepi banget, karena kan emang di daerah, nggak kaya di Jakarta banyak yang keluar-keluar," tutur Yoriko Angeline dalam siaran live Instagram, Rabu (29/4/2020).

Baca Juga: Yoriko Angeline Siap Kembali Jadi Penyanyi

"Di sini pas ada PSBB bener-bener di rumah semua. Semua tutup, cafe tutup, mall juga tutup, paling toko grosir yang buka," bebernya.

Aktris Yoriko Angeline saat berkunjung ke kantor Suara.com, Jakarta Selatan, Senin (27/1). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktris Yoriko Angeline saat berkunjung ke kantor Suara.com, Jakarta Selatan, Senin (27/1). [Suara.com/Alfian Winanto]

Yoriko Angeline mengatakan bahwa masyarakat Banjarmasin sangat patuh terhadap aturan dari pemerintah untuk tetap berada di rumah. Bahkan di tanah kelahirannya itu saat ini diterapkan peraturan jam malam.

"Patuh banget bener-bener diem di rumah nggak keluar. Jalanan tuh kosong banget," ujar Yoriko Angeline.

"Dari awal puasa mulai diterapin PSBB. Di sini ada jam malam juga, di atas jam 8 malam ngggak boleh keluar. Kalau keluar disiapin rotan (untuk dipukul)," lanjutnya lagi.

Diketahui, Satpol PP Kota Banjarmasin tak lagi memberikan teguran kepada warga yang melanggar penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca Juga: Meski UN Ditiadakan,Yoriko Angeline Diterima Beasiswa di Amerika

Mereka menerapkan sanksi fisik berupa pukulan menggunakan rotan yang sudah disiapkan khusus untuk penerapan PSBB ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI