Putri Mako Tinggalkan Status Kerajaan, Nikah dengan Lelaki Biasa

Tomi Tresnady Suara.Com
Senin, 04 September 2017 | 04:30 WIB
Putri Mako Tinggalkan Status Kerajaan, Nikah dengan Lelaki Biasa
Putri Mako dan Kei Komuro. [Instagram @royaladdicted2]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Putri Mako, cucu tertua Kaisar Jepang Akihito, akan menikah dengan mantan teman sekelasnya, demikian Rumah Tangga Kekaisaran pada Minggu (3/9/2017) mengonfirmasi pernikahan yang membuat dia meninggalkan status kerajaannya.

Pengumuman tersebut disiarkan oleh siaran publik NHK.

Mako merupakan salah satu cucu keluarga kerajaan. Tiga cucu lainnya lainnya adalah adik perempuannya, Kako, saudara laki-laki Hisahito dan puteri Putera Mahkota Naruhito, Aiko.

Menyusutnya populasi keluarga kerajaan, yang mencerminkan penuaan masyarakat Jepang yang lebih luas, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pangeran akan menjadi keluarga terakhir kerajaan.

Baca Juga: Mahasiswa Jepang Lihat Potong Kurban, Apa Katanya?

Hisahito yang berusia sepuluh tahun adalah satu dari empat pewaris tahta di belakang dua anak laki-laki paruh baya Akihito, yang istrinya kini memasuki usia awal 50 tahun, dan adik tiri Akihito, Masahito.

Kabar pertunangan sang putri dengan Kei Komuro, yang bekerja di kantor hukum Tokyo, muncul setelah anggota parlemen Jepang pada Juni menyetujui rancangan undang-undang yang mengesahkan Akihito untuk turun tahta.

Hal tersebut merupakan pemberhentian jabatan raja Jepang pertama kali sejak tahun 1817.

Setahun yang lalu, kaisar utama mengatakan dalam penampilan publiknya yang langka bahwa dia takut usia akan membuatnya sulit untuk memenuhi tugasnya.

Pria beruia 83 tahun itu telah menjalani operasi jantung dan dirawat karena kanker prostat.

Baca Juga: Cicipi Rasa Unik Hidangan Jepang dengan Sentuhan Prancis

Namun, undang-undang yang hanya berlaku bagi Akihito tersebut tak mengacu pada topik kontroversial, apakah akan merevisi undang-undang suksesi tahta untuk laki-laki atau hanya mengizinkan wanita tinggal di keluarga kekaisaran setelah menikah. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI