Suara.com - Mantan Ketua Umum parfi Gatot Bradjamusti alias Aa Gatot jatuh sakit. Sehingga, pemeriksaan dirinya terkait kepemilikan satwa langka di Polda Metro Jaya belum bisa dilanjutkan.
"Kami sudah koordinasi dengan Kasat Narkoba, kabarnya masih menunggu dari pengacara. Katanya Gatot lagi pusing. Panggilan resmi sudah kami kirimkan kemarin senin. Dia mengaku masih pusing," kata Kepala Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sutarmo kepada wartawan, Selasa (6/9/2016).
Lebih lanjut kata Sutarmo,kondisi kesehatan Gatot menurun karena stres tersandung banyak kasus. Selain, kepemilikan satwa langka, guru spritual Reza Artamevia itu juga tersandung kasus narkoba dan kepemilikan senjata api ilegal.
"Cuma dia meminta surat permintaan penundaan. Karena dia sedang tidak konsen, karena kasus narkoba. Penundaannya tidak ada batasnya," ujar dia.
Pemeriksaan Gatot bakal dilanjutkan pada Kamis (8/9/2016). Sebisa mungkin, kata Sutarmo, pemeriksaan dilakukan sebelum Gatot kembali dibawa ke Polres Mataram.
"Lusa ketika dia sudah sehat, pulih, baru (diperiksa lagi). Karena dia diperiksa harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani," katanya.
Gatot bersama lima orang lainnya ditangkap di sebuah hotel di Lombok pada 28 Agustus lalu. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti sabu beserta alat hisapnya.
Beberapa jam setelah penangkapan, Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Selatan melakukan penggeledahan di rumah Gatot di Jakarta. Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti terkait narkoba, kepemilikan senjata api, dan satwa langka.